Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Bersama BNPB Bahas Pengurangan Risiko Bencana, begini Saran untuk Masyarakat Jatim

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membahas Indeks Pengurangan Resiko Bencana, yang merupakan salah satu Indeks Kinerja Utama (IKU).

Gubernur Khofifah Bersama BNPB Bahas Pengurangan Risiko Bencana, begini Saran untuk Masyarakat Jatim
SURYAOnline/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala BNPB Doni Monardo membahas Indeks Pengurangan Resiko Bencana di Grahadi, Jumat (12/7/2019). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membahas Indeks Pengurangan Resiko Bencana, yang merupakan salah satu Indeks Kinerja Utama (IKU) yang terdapat dalam  Rancangan Program Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Timur 2019-2024.

Orang nomor satu di Jatim ini ingin mendapatkan parameter terukur untuk IKU tersebut agar implementatif.  

"Perda RPJMD sudah ditandatangani oleh DPRD dan Gubernur, dan sudah dikirim ke Mendagri. Harapannya, setelah dari Mendagri, kami ingin melakukan breakdown, terhadap IKU, terutama tentang Indeks Pengurangan Resiko Bencana," kata Gubernur Khofifah

Gubernur Khofifah mengatakan, indeks pengurangan resiko bencana tersebut merupakan hal baru. Karena itu, wanita yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial RI ini ingin memaksimalkan parameter-parameter terukur terkait indeks pengurangan bencana.

"Kita sedang hunting berbagai referensi terkait indeks tersebut untuk bisa memaksimalkan Renstra dan RKPD yang kami susun berseiring dengan pembahasan RPJMD. Kami ingin mendapat masukan dari BNPB, pakar, dan pihak yang berkompeten  lainnya. Kita ingin mem-break down parameter-paramater itu secara lebih spesifik, baik regional provinsi, maupun lokal," katanya.

Dengan adanya parameter-parameter yang terukur tersebut, lanjut Gubernur Khofifah, diharapkan dapat memberikan edukasi maupun pemahaman kepada masyarakat, khususnya terkait bencana alam. Salah satu tujuannya, masyarakat dapat lebih siap, melakukan langkah antisipasi, serta bisa terselamatkan jika terjadi bencana alam di tempat tinggal mereka. 

"Jadi, nanti parameternya akan jelas, parameter pengurangan resiko bencana seperti apa, peran individu keluarga dan masyarakat seperti apa, peran Pemkab/kota seperti apa, dan Pemprov mengintervensinya seperti apa? Ini semua jelas dan  terukur," jelasnya.

"Kemudian, masyarakat jadi lebih paham, ini lho hasil penelitannya, di titik ini ada sesar, berarti ada gerakan tanah yang mendorong keatas, nanti patahannya disini, dan sebagainya. Hal ini sudah terpetakan oleh pakar geologi  dari UGM yang telah melakukan penelitian di beberapa titik di Jawa Timur" imbuh gubernur wanita pertama di Jatim ini. 

Gubernur Khofifah menambahkan, pertemuan ini juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada bulan April lalu. Dimana, Kepala BNPB telah menyampaikan terkait antisipasi gerakan patahan bumi yang bisa terjadi di beberapa wilayah di Jatim.

"BNPB dan tim pakar geologi ini sudah pernah ke Sumatera Selatan, ternyata  di salah satu area strategis diketahui ada potensi patahan bumi yang bisa menjadi sumber gempa, lalu titik tersebut dikasih tanda dengan patok bahwa disitu ada patahan bumi yang berpotensi gempa. Nah, disini juga ada titik-titik itu, saya tiap hari mendapat update, terjadi gempa  dimana, berapa km kedalamannya, berapa skala richter, dan lainnya," tambahnya. 

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved