Berita Surabaya

Desain Belum Sinkron, Bappeko Surabaya akan Koordinasi dengan Pusat Soal Underpass Jalan A Yani

Kepala Bappeko Surabaya, Eri Cahyadi, akan koordinasi dengan pemerintah pusat perihal rencana pembangunan Underpass Jalan A Yani

Desain Belum Sinkron, Bappeko Surabaya akan Koordinasi dengan Pusat Soal Underpass Jalan A Yani
Surabaya.Tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
Suasana Jalan A Yani di dekat Royal Plaza Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi, akan koordinasi dengan pemerintah pusat perihal rencana pembangunan Underpass Jalan A Yani. Menurut Eri, ada dua pusat kemacetan di Surabaya, yakni perempatan Jala A Yani dan Jalan Mayjen Sungkono.

Kini, kemacetan Jl. Mayjen Sungkono sudah terselesaikan dengan adanya underpass.

"Pusat kemacetan ada di Jl. Ahmad Yani dan Bundaran Satelit. Bundaran Satelit sudah diselesaikan, ada harapan dilakukan juga di Jl. Ahmad Yani," tutur Eri, Jumat (12/7/2019).

Saat ini, pihaknya sedang menghitung anggaran dan juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Permasalahannya, konsep pusat dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya belum sinkron, sehingga perlu diskusi lebih lanjut.

"Dulu kan anggarannya dari pemerintah pusat. Jadi bagaimana pemerintah pusat bisa disingkronkan dengan kami. Kalau pemerintah pusat konsepnya melayang, di atas. Kami maunya di bawah, underpass. Kami masih menghitung anggaran yang sudah siap untuk melayani itu bisa nggak, dibawa ke underpass?" paparnya.

Sebelumnya, proyek ini akan didanai APBN dengan anggaran yang awalnya Rp 350 miliar, ditekan menjadi Rp273 miliar.

Panjang underpass tersebut mencapai 860 meter dengan kedalaman 8 meter dan terdiri dari dua jalur.

Pengerjaannya diperkirakan memakan waktu hingga 2,5 tahun.

Underpass dimulai sebelum lampu lalu lintas arah Jalan Jemursari, dan berakhir di depan frontage Jalan Ahmad Yani.

Menurut pakar transportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Putu Rudy Setiawan, pembangunan underpass dibutuhkan bila bundaran tak lagi efisien.

Selain keamanan konstruksi, Putu berharap Pemkot berkaca pada pembangunan Underpass Mayjen Sungkono yang selama konstruksi menimbulkan kemacetan.

Sehingga, bila nanti Underpass Jl. Ahmad Yani jadi dibangun, yang harus diperhatikan adalah traffic management.

"Supaya pembangunan itu seminimal mungkin menimbulkan dampak pada jalan. Mestinya bisa juga dengan mengurangi kendaraan yang lewat, bisa dialihkan ke jalan sekitar Ketintang, atau sekitar Jemursari dan Siwalankerto. Manfaatkan jalan-jalan kecil," tutup Rudy.

Penulis: Delya Octovie
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved