Berita Kediri

Brother Fest di Kediri Ditunda Seusai Diprotes Banser & BEM PTM, Diduga Hadirkan Penceramah Eks HTI

Acara Brother Fest 2019 di GOR Jayabaya Kota Kediri ditunda seusai dapat penolakan dari ansor dan BEM PTM Jatim

SURYA.co.id | KEDIRI - Acara Brother Fest 2019 yang rencananya digelar di GOR Jayabaya, Kota Kediri pada 13-14 Juli akhirnya ditunda oleh panitia. Penundaan dilakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Ketua Panitia Brother Fest 2019, Gerry Dwi Prasetyo, dalam press rilisnya menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak yang terlibat acara dan kepada seluruh jamaah yang sedianya ingin hadir.

"Semoga kita senantiasa dipertemukan dalam acara kebaikan dan ukhuwah antar sesama umat Islam terjalin dengan baik," jelas Gerry Dwi Prasetyo.

Acara Brother Fest 2019 yang menghadirkan sejumlah dai telah diprotes diprotes LBH GP Ansor Kota Kediri.

Pihak Ansor menduga para pembicara yang dihadirkan itu sebagian di antaranya merupakan eks anggota HTI yang telah dibubarkan pemerintah dan berpaham radikal anti-Pancasila.

Badan Eksekutif Mahasiswa Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Jatim, secara tegas juga menyatakan menolak acara Brother Fest 2019 di GOR Jayabaya yang diduga menghadirkan pembicara eks HTI itu.

Juru bicara BEM PTM, Abdur, menyatakan, dalam pengamatannya, kegiatan Brother Fest berkedok kegiatan Festival Islami yang dilaksanakan oleh Yayasan Sayap Dakwah Organizer didalamnya terselubung pengisi acara eks HTI yang anti-Pancasila.

Selain itu selalu membangun opini atau pandangan negatif terhadap negara, pemerintah, dan bangsa Indonesia di mata dunia Internasional dengan selalu ingin menegakkan negeri khilafah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sangat bertentangan dengan Bhinneka Tunggal Ika.

Disebutkan, gerakan radikalisme wajah baru dengan topeng Festival Islam yang di dalamnya terdapat ceramah-ceramah dari tokoh yang anti Pancasila.

"Kami menyarankan kepada aparat hukum Pemerintah Republik Indonesia untuk melarang acara tersebut dan  acara semacamnya dilarang hingga kapan pun," ujar Abdur.

BEM PTM ingin membantu penegakan konstitusi bahwa Pemerintahan Presiden Jokowi yang berkomitmen ’menggebuk’ semua ormas dan kegiatan yang berhaluan radikalisme.

Presiden Joko Widodo juga menegaskan tidak bakal ragu menindak organisasi-organisasi tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Yayasan Sayap Dakwah Organizer panitia Brothers Fest 2019 di GOR Jayabaya bakal menggelar muslim expo, tablig akbar, talkshow, kegiatan community serta bazzar.

Kegiatan yang berlangsung gratis untuk umum itu mengusung tema Ragam Pandang Satu Ukhuwah.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved