Andriyani Sukses 'Lempar' Klompen Batik Khas Malang hingga ke Luar Negeri

Pernah bangkrut karena Bom Bali I, Andriyani bangkit lagi membangun usaha klompen. Kini barang-barang yang dia buat, laris manis hingga ke luar negeri

Andriyani Sukses 'Lempar' Klompen Batik Khas Malang hingga ke Luar Negeri
SURYAMALANG.COM/rifky edgar
Sejumlah terompah atau klompen batik buatan Indriani. 

SURYA.co.id | MALANG - Klompen atau terompah buatan Sri Andriyani, warga Jalan Tlogo Suryo No. 76A, Kota Malang kini tengah laris manis di luar negeri.

Usaha klompen bermotif batik yang diberi nama Dinara Wooden Heel itu banyak diminati dan dipesan oleh masyarakat di negara-negara maju seperti Jepang, Belanda dan Singapura.

Dalam setiap pengiriman, Andriyani yang juga dosen akuntansi di UIN Maliki Malang itu mengirim sekitar 10 kodi.

"Satu kodi itu isinya 20 pasang, biasanya pesanan yang paling banyak dari Belanda," ucapnya, Rabu (10/7).

Hingga kini telah ada 95 macam model klompen yang telah diproduksi oleh Andriyani.

Klompen-klompen tersebut dijual mulai harga Rp 25 Ribu - Rp 400 Ribu.

Bahan kayu yang digunakan cukup bervariasi, mulai dari kayu pinus, kayu glugu hingga kayu jati Belanda.

"Kalau yang versi murah kami jual dengan menggunakan kayu pinus. Sedangkan yang premium dari jati Belanda. Bahkan, khusus di Singapura kami menggunakan kayu glugu," ucapnya.

Andriyani mendapatkan kayu-kayu tersebut dari para pengepul yang ada di Singosari hingga daerah Gunung Kawi.

Kayu tersebut kemudian diolah dan diproduksi di Desa Kreweh, Gunung Rejo, Singosari, Kabupaten Malang.

Halaman
1234
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved