Berita Bondowoso

Tanggap Kekeringan Bondowoso, Gubernur Khofifah Salurkan Air Bersih dan Bakal Buatkan Sumur Bor

Gubernur Khofifah datang langsung mengunjungi warga Desa Gayam Bondowoso dan menyalurkan bantuan air bersih akibat kekeringan yang melanda

Tanggap Kekeringan Bondowoso, Gubernur Khofifah Salurkan Air Bersih dan Bakal Buatkan Sumur Bor
surya/fatimatuz zahro
Gubernur Khofifah datang langsung mengunjungi warga Desa Gayam Kecamatan Botolinggo Kabupaten Bondowoso yang mengalami kekeringan dan menyalurkan bantuan air bersih dari Pemprov Jawa Timur, Kamis (11/7/2019). 

SURYA.co.id | BONDOWOSO - Desa Gayam, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso, menjadi kawasan yang mengalami kekeringan parah di musim kemarau tahun ini. Warga desa yang ada di pedalaman Bondowoso tersebut harus turun ke sungai yang jaraknya lebih dari 10 kilometer untuk mendapatkan sumber air selama hampir dua bulan terakhir ini.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Kamis (11/7/2019), datang langsung mengunjungi warga Desa Gayam dan menyalurkan bantuan air bersih. Setidaknya, sebanyak 100 rit mobil tangki air yang masing-masing berkapasitas 6.000 liter disalurkan Khofifah untuk desa Gayam.

"Seperti yang diketahui di Jawa Timur di musim kemarau ini ada sebanyak 24 kabupaten, 180 kecamatan dan 566 desa yang mengalami kekeringan. BMKG menyebut puncak kemarau akan datang di bulan Agustus, maka kita kini mulai melakukan langkah antisipasi," kata Gubernur Khofifah seusai penyaluran air bersih.

Menurut gubernur yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini, penyaluran air bersih, tandon, dan juga jeriken masuk dalam respon jangka pendek.

Namun, agar saat musim kemarau mendatang desa ini tak mengalami kekeringan lagi, Pemprov Jatim tengah mengupayakan untuk memberikan solusi jangka panjang.

Solusi yang dimaksud adalah dengan memberikan penyediaan sumur bor.

"Menyiapkan sumur bor itu langkah strategis. Apalagi saya juga mendengar bahka saat musim hujan air bersih di sini juga bermasalah, sedangkan jarak dengan sumber air dari kampung ini adalah 20 kilometer lebih, maka kita akan menyiapkan penyediaan sumur bor," papar Khofifah.

Untuk mempercepat langkah realisasi sumur bor ini, Khofifah meminta besok pagi, Sekda Kabupaten Bondowoso, dan Bappeda, langsung rapat di Grahadi untuk membicarakan realisasi rencana ini, termasuk jika ke depan dibutuhkan pipanisasi untuk distribusi air hingga masuk ke kampung.

Langkah cepat dan tanggap Khofifah dalam mengatasi masalah kekeringan di musim kemarau termasuk rencananya membuatkan sumur bor sangat disambut baik oleh Bupati Bondowoso Salwa Arifin.

Di tempat yang sama ia mengatakan bahwa sumur bor menjadi kebutuhan warga Desa Gayam yang setiap tahun mengalami kesulitan air bersih khususnya saat kemarau.

"Saya atas nama masyarakat Bondowoso mengucapkan terima kasih. Karena memang kampung ini butuh sumur bor. Setiap kemarau selalu kekurangan air. Akan sangat baik jika Pemprov bisa membantu sumur bor ini," tandas Salwa.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved