Berita Surabaya

Puluhan Warga Margorukun Surabaya Korban Kebakaran Ditampung di Kampung Ilmu, begini Kondisinya

Puluhan warga dari 10 kepala keluarga (KK) korban kebakaran di Margorukun, Kelurahan Gundi, Bubutan Surabaya ditampung di 'Kampung Ilmu'.

Puluhan Warga Margorukun Surabaya Korban Kebakaran Ditampung di Kampung Ilmu, begini Kondisinya
foto: luhur pambudi
Suasana warga Margorukun, Gundih, Surabaya di pengungsian di Kampung Ilmu, Rabu malam (10/7/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Puluhan warga dari 10 kepala keluarga (KK) korban kebakaran di Margorukun, Kelurahan Gundi, Bubutan Surabaya ditampung di 'Kampung Ilmu', Jalan Semarang, Rabu (10/7/2019) malam.

Memanfaatkan bangunan 16 m x 5 m di lantai 2 kios buku itu, para pengungsi  terlihat beristirahat menggunakan matras yang disediakan Pemkot Surabaya.

Selain itu, tumpukkan pakaian, selimut dan air mineral kemasan yang sengaja ditaruh oleh petugas berdekatan dengan pintu masuk ruang pengungsian.

Satu di antara pengungsi bernama Santi Dwi Kumala (27) mengaku hanya bisa pasrah menghadapi situasi tersebut.

Ia beserta suami dan seorang anaknya terpaksa memilih tinggal di pengungsian yang disediakan Pemkot Surabaya, lantaran tak ada pilihan lain.

Rumahnya yang berada di Jalan Margorukun RT 09 RW 2, Gundih, Bubutan, tak luput dari amukan si jago merah pagi tadi.

Sejauh ini, Santi menganggap fasilitas bantuan yang diberikan Pemkot Surabaya terbilang cukup.

"Peralatan mandi baju tas sekolah sama sepatunya terus ada makan malam dan minuman selimut kasur semuanya sudah lengkap malah tadi sudah ada sudah ada dokternya," katanya.

Dia berharap keluarganya bakal mendapat bantuan perbaikan renovasi rumah dari pihak Pemkot Surabaya.

"Seadanya aja, pokoknya bisa berdiri bangunan dan bisa dibuat tidur," katanya.

Namun, ia mengaku tidak akan menolak bila pihak Pemkot Surabaya bakal memindahkannya ke rumah susun.

"Ya kalau memang dikasih rumah susun yo wes gak popo, kalau memang itu nggak bisa dapat ganti rugi, ya saya terima saja pokoknya dapat bantuan," tandasnya. (luhur pambudi)

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved