Pimpinan dan Guru Pesantren di Aceh Diduga Cabuli 15 Santri, Polisi Sebut Korban Bisa Bertambah

Pimpinan dan Guru Pesantren di Aceh Diduga Cabuli 15 Santri, Polisi Sebut Korban Bisa Bertambah

Pimpinan dan Guru Pesantren di Aceh Diduga Cabuli 15 Santri, Polisi Sebut Korban Bisa Bertambah
Ilustrasi/Thinkstock
Pimpinan dan Guru Pesantren di Aceh Diduga Cabuli 15 Santri, Polisi Sebut Korban Bisa Bertambah 

Kedua tersangka kini ditahan di Mapolres Lhokseumawe.

SBY Lakukan Hal Tak Biasa Saat Tahlilan 40 Hari Ani Yudhoyono, Emosi Saya Belum Stabil, Katanya

Nasib Miris Danjen Kopassus Ke-1 Idjon Djanbi, Jabatan Dilucuti & Dimakamkan Tanpa Upacara Militer

5 Kejanggalan Bisnis Berlian Mewah Barbie Kumalasari, dari Kondisi Toko Hingga Cara Pegang Berlian

Kronologi penangkapan pimpinan dan guru pesantren di Aceh

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta, dalam konferensi pers di Lhokseumawe, Kamis (11/7/2019) menyebutkan keduanya ditangkap karena melakukan pelecehan seksual terhadap lima santri di pesantren yang berada di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Orangtua santri melaporkan kasus itu ke Mapolres Lhokseumawe pada 29 Juni 2019 dan 6 Juli 2019.

“Jadi ada dua laporan terhadap kasus pelecehan seksual itu,” kata AKBP Ari.

Dia menyebutkan, pelecehan itu berupa oral seks yang diminta pada santri oleh pimpinan dan guru pesantren tersebut.

Mayoritas santri yang jadi korban adalah anak di bawah umur, berusia 13-14 tahun.

“Sejauh ini 15 santri yang teridentifikasi menjadi korban. Namun yang sudah diperiksa itu lima orang. Kita belum tau apa motifnya, tersangka sampai sekarang pun belum mengaku,” sebutnya.

Dia menjelaskan, pelecehan seksual itu terjadi sejak September 2018 hingga tersangka ditangkap tiga hari lalu.

Kasus itu terungkap setelah seorang santri melapor peristiwa memalukan itu pada orangtuanya.

Halaman
123
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved