Berita Pamekasan

Petani Berharap Harga Jual Tembakau Tahun Ini Naik, Begini Penjelasan Disperindag Pamekasan

petani tembakau di Pamekasan memprediksi harga tembakau bisa naik 25 persen.

Petani Berharap Harga Jual Tembakau Tahun Ini Naik, Begini Penjelasan Disperindag Pamekasan
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Petani tembakau di Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Memasuki musim tanam tembakau awal di awal Juli ini, petani tembakau di Pamekasan memprediksi harga tembakau bisa naik 25 persen menjadi Rp 50.000 per kg dibandingkan tahun lalu. Petani menyatakan produktivitas dan kualitas tembakau pada musim tanam periode ini diperkirakan akan lebih baik ketimbang tahun lalu.

"Untuk tahun ini curah hujan tidak setinggi tahun lalu sehingga produktivitas tembakau diprediksi naik," kata Nirun salah satu anggota kelompok tani tembakau di Desa Kolpajung Pamekasan, Kamis (11/7/2019).

Menurutnya, prediksi kenaikan harga tembakau sebanyak 25 persen dianggap wajar.

Sebab, selain ongkos produksi naik, ongkos distribusi juga naik rata-rata 10 persen.

Sudah Masuk Musim Tanam Tembakau, Begini Harapan Bupati Pamekasan

"Kalau tahun lalu harga tembakau sekitar Rp 35-37 ribu per kg. Ya kami selaku petani berharap tahun ini ada kenaikan," harap Nirun.

Kepala Disperindag Pamekasan, Bambang Edy Suprapto, menambahkan sesuai dengan hasil perhitungan yang dilakukan pemkab bersama asosiasi petani tembakau Pamekasan diketahui bahwa break event poin (BEP) harga jual tembakau Madura pada musim tanam tembakau tahun ini sebesar Rp 40.297 per kg.

“Pada musim tanam tembakau 2018, BEP harga beli tembakau yang ditetapkan Pemkab Pamekasan sebesar Rp 39.931 per kilogram, atau naik sebesar Rp 366 per kilogram untuk 2019,” tukas Bambang.

Kajian tentang penentuan BEP oleh pihak pabrikan ini telah dilakukan Disperindag Pemkab Pamekasan sejak tahun 2013.

Kala itu, BEP yang ditetapkan Pemkab Pamekasan sebesar Rp 26.793 per kilogram, lalu pada tahun 2014 sebesar Rp 29.396 per kilogram, dan pada tahun 2015 naik menjadi Rp 30.381 per kilogram.

Sedangkan pada tahun 2016 BEP harga beli tembakau yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 32.861 per kilogram, dan pada tahun 2017 sebesar Rp 36.978 per kilogram.

"Penentuan BEP ini agar menjadi patokan harga terendah bagi pihak pabrikan dalam membeli tembakau dari pihak petani," pungkasnya.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved