Berita Tuban

Pemkab Tuban Minta HUT Kong Co Ditunda, Begini Reaksi Pihak Kelenteng Kwan Sing Bio

Pemkab Tuban meminta pelaksanaan perayaan HUT Kong Co Kwan Sing Tee Koen Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio ke-1859 ditunda

Pemkab Tuban Minta HUT Kong Co Ditunda, Begini Reaksi Pihak Kelenteng Kwan Sing Bio
surya/m sudarsono
Halaman depan Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban terlihat banner persiapan ulang tahun Yang Mulia Kong Co Kwan Sing Tee Koen ke 1859 yang dihadiri artis nasional, Kamis (11/7/2019) 

SURYA.co.id | TUBAN - Pemkab Tuban mengeluarkan surat yang ditujukan kepada panitia pelaksana untuk menunda pelaksanaan perayaan HUT Kong Co Kwan Sing Tee Koen Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio ke-1859 yang akan dilaksanakan 25-26 Juli 2019.

Surat yang dikeluarkan Pemkab setempat itu merupakan surat balasan atas pemberitahuan acara yang dilayangkan oleh panitia hari besar TITD Kwan Sing Bio (KSB) dan Tjoe Ling Kiong (TLK) pada 26 Juni 2019, yang ditandatangani Alim Sugiantoro selaku Ketua Kordinator Umum. 

Polemik kepengurusan kelenteng tidak kunjung selesai sejak periode 2009-2012 jadi alasan pemkab meminta penundaan tersebut.

Pemkab telah melakukan rapat kordinasi dengan instansi vertikal dan OPD terkait guna membantu penyelesaian konflik kepengurusan TITD Kwan Sing Bio.

Selain itu juga akan memfasilitasi pertemuan seluruh umat TITD Kwan Sing Bio dan Tjoe Ling Kiong di Pendopo, Minggu (14/7/2019) pukul 08.00 WIB.

berkaitan dengan pelaksanaan HUT Yang Mulia Kong Co, Pemkab Tuban minta agar panitia menunda pelaksanaan sampai terbentuknya kepengurusan kelenteng yang definitif.

Surat dari Pemkab tertanggal 4 Juli 2019 itupun dibenarkan Sekretaris Daerah, Budi Wiyana.

Menurutnya, surat balasan dari Pemkab itu untuk menindaklanjuti kondisi konflik di internal kelenteng.

Namun Budi menggaris bawahi, bahwa sifat dari penundaan HUT Kong Co yaitu hanya imbauan.

Jadi dijalankan bagus kalau tidak dilaksanakan juga tidak masalah.

"Kami tidak masalah terkait HUT Kong Co, asal tidak ada hiburan meriah. Tapi saya tegaskan itu hanya imbauan," kata Budi yang juga menandatangani surat tersebut saat dikonfirmasi, Kamis (11/7/2019). 

Hanya saja surat itu ditanggapi berbeda oleh Ketua Penilik TITD Kwan Sing Bio, Alim Sugiantoro.

Bagi Alim, surat balasan dari Pemkab itu sama halnya sebuah larangan bagi umat yang ingin menghormati kelahiran dewanya atau nabi.

Dengan nada kesal Alim menyatakan HUT Kong Co ini merupakan hal sakral dan tidak bisa dibuat mainan, ditunda atau dibatalkan.

"Apalagi dengan alasan-alasan yang dibeberkan Pemkab. Jangan aneh-aneh lah Pemkab. HUT Kong Co ini baru bisa batal atau ditunda jika ada situasi nasional yang merembet ke daerah membuat kacau," ujar Alim yang juga sebagai Ketua Kordinator Umum dalam Panitia Hari Besar KSB dan TLK tersebut

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved