Kampung Pesilat, Cara Kaji Mbing Angkat Citra Positif Kabupaten Madiun

Pemkab Madiun membranding daerahnya dengan brand Kampung Pesilat. Untuk mewujudkannya, kata Kaji Mbing, dibutuhkan komitmen dan kesadaran.

Kampung Pesilat, Cara Kaji Mbing Angkat Citra Positif Kabupaten Madiun
surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Pemkab Madiun menggelar seminar Kampung Pesilat 2019 

SURYA.co.id|MADIUN - Kampung Pesilat kini telah menjadi branding Kabupaten Madiun. Tujuannya, untuk melahirkan budaya baru, dan terciptanya destinasi wisata baru dengan memaksimalkan sumber daya dan potensi silat di Kabupaten Madiun.

Sebagai langkah awal, yang harus dilakukan adalah mengubah image atau pandangan masyarakat di luar, bahwa silat di Kabupaten Madiun adalah sesuatu yang mengerikan.

Hal itu disampaikan Bupati Madiun, Ahmad Dawami yang menjadi keynote speaker dalam seminar Kampung Pesilat 209, bertema "Mengangkat Pencak Silat menjadi Destinasi Wisata Kabupaten Madiun".

Seminar yang diggas oleh Disparpora Kabupaten Madiun ini digelar di Gedung Eka Kapti Lantai 2, Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun. Seminar dihadiri ketua dan anggota perwakilan dari 14 perguruan silat di Kabupaten Madiun.

"Yang pertama dilakukan adalah  mengubah cara pandang. Dulu pesilat, dilihat dari luar mengerikan. Harus kita ubah, tidak lagi. Pesilat dulu ketika mau tampil, antara pesilat yang tampil dengan anggota TNI dan Polisi yang hadir, lebih banyak anggota TNI dan Polisi. Hari ini tampil, cukup satu saja anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas,"kata Bupati Madiun, yang akrab disapa Kaji Mbing.

Branding Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat juga bertujuan untuk menghapus stigma Madiun adalah sarang PKI. Semua stigma yang tidak baik tersebut harus segera dihilangkan.

"Dulu, orang kalau pergi ke Jakarta atau ke Surabaya, ketika ditanya dari mana asalnya. Dijawab dari Madiun, kemudian ditanya kamu apanya Musso. Itu harus kita hilangkan, harus dihapus stigma itu. Madiun itu bukan tempat PKI, Madiun itu juga tempatnya pahlawan," kata Kaji Mbing

Oleh sebab itu, Pemkab Madiun membranding daerahnya dengan brand Kampung Pesilat. Untuk mewujudkannya, kata Kaji Mbing, dibutuhkan komitmen dan kesadaran masing-masing pesilat.

Dalam kesempatan itu, ia juga menceritakan pengalamannya ketika diminta menghadiri undangan acara HUT Bhayangkara di Lapangan Makodam V/Brawijaya, pada Rabu (10/7/2019). Pada saat menghadiri acara itu, ia sengaja mengenakan baju silat, bertuliskan Kabupaten Madiun Kampung Pesilat.

Padahal, sejumlah kepala daerah lain yang menghadiri acara tersebut mengenakan pakaian formal.

Halaman
123
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved