Yusril Jadi Pengacara Habil Marati, Terduga Pemberi Uang pada Kivlan Zen untuk Bunuh Wiranto & Luhut

Pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara Habil Marati. Habil Marati merupakan tersangka dugaan pembunuhan terhadap 4 tokoh nasional.

Yusril Jadi Pengacara Habil Marati, Terduga Pemberi Uang pada Kivlan Zen untuk Bunuh Wiranto & Luhut
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
etua Tim Hukum Joko Widodo - Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (tengah) hadir dalam sidang perdana sengketa pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019).#Reaksi Menohok Yusril Ihza Mahendra Menyasar Prabowo-Sandi soal Kasasi ke MA: Ada Kesalahan Berpikir. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara Habil Marati. Habil Marati merupakan tersangka dugaan pembunuhan terhadap 4 tokoh nasional.

Di antaranya Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan ( Menkopolhukam) Wiranto serta Menteri Koordinator Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Pandjaitan.

Seperti diketahui, tidak lama ini, Yusril Ihza Mahendra merupakan Ketua Kuasa Hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin. 

Rabu (10/7/2019), Yusril mendatangi Polda Metro Jaya.

Di sana, dia menemui tersangka penyandang dana dalam kasus dugaan rencana pembunuhan terhadap 4 pejabat tinggi negara, Habil Marati (HM).

Yusril mengaku telah ditunjuk sebagai kuasa hukum Habil.

"Beliau ( Habil Marati) ingin saya menjadi penasihat hukum beliau sehubungan dengan masalah yang sedang dihadapi saat ini. Saya mau komunikasi langsung dengan Pak Habil dan setelah saya pelajari, saya terima permintaan beliau," kata Yusril.

Selanjutnya, Yusril akan berkoordinasi dengan penyidik Polda Metro Jaya guna mengetahui alasan penyidik menetapkan Habil sebagai tersangka.

Ia pun menjamin kasus yang menjerat Habil akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Tentunya saya akan bertanya kepada penyidik di Polda untuk mengetahui secara pasti apa hasil yang didapat oleh penyidik sehubungan dengan penyidikan kasus Bapak Habil. Beliau kan sudah dinyatakan sebagai tersangka," ungkap Yusril.

Sebelumnya, kepolisian menangkap Habil Marati pada 29 Mei 2019 di rumahnya pada kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Menurut Polri, Habil Marati berperan memberikan sejumlah uang untuk membeli senjata kepada tersangka lain, yaitu Mayjen (Purn) Kivlan Zen.

Oleh karena itu, Habil ditetapkan sebagai tersangka penyandang dana dalam kasus dugaan rencana pembunuhan terhadap empat pejabat tinggi negara.

Senjata tersebut diduga akan digunakan dalam melancarkan aksi rencana pembunuhan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere, dan Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya.

Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved