Western Digital Genjot Penjualan SanDisk USB Untuk Smartphone

SanDisk yang berada di naungan Western Digital Corp di tahun ini agresif melakukan penetrasi produk solusi penyimpanan mobile, berupa SanDisk USB.

Western Digital Genjot Penjualan SanDisk USB Untuk Smartphone
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Soetrisno Poerwadi, Channel Sales Manager dari Western Digital (kiri) bersama Anggun Komala Sari, Research Manager dari firma riset DEKA, saat menunjukkan aplikasi SanDisk Memory Zone dan produk SanDisk USB di Surabaya, Rabu (10/7/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Brand SanDisk yang berada di naungan Western Digital Corp di tahun ini agresif melakukan penetrasi produk solusi penyimpanan mobile, berupa SanDisk USB.

Dengan produk ini, masalah kehilangan data dan keterbatasan memori pada pengguna smartphone, bisa diatasi.

Soetrisno Poerwadi, Channel Sales Manager dari Western Digital mengatakan, produk ini sudah dilaunching sejak satu tahun yang lalu. "Saat ini kami lakukan sosialisasi produk untuk peningkatan penetrasi di pasar. Apalagi kebutuhan produk untuk memback up atau penyimpan file di smartphone saat ini, cukup tinggi," kata Soetrisno saat hadir di Surabaya, Rabu (10/7/2019).

Diakui Soetrisno, saat ini kehadiran smartphone menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Smartphone dimanfaatkan untuk menyimpa dan berbagi tentang kehidupan, baik foto, video, konten media sosial dan file pekerjaan dan lainnya.

"Selama ini banyak yang berpikir bahwa proses pencadangan atau back up data adalah sesuatu yang rumit atau terlalu memakan waktu. Sehingga jarang dilakukan. Karena itu kami luncurkan SanDisk USB ini," lanjut Soetrisno.

Sejak diluncurkan, respon pasar cukup positif. Namun disebut Soetrisno, dari hasil survey yang mereka lakukan, ternyata masih banyak orang yang tidak melakukan pencadangan atau back up data dari smartphone-nya.

"Sehingga banyak yang kesal bila data hilang. Foto hilang, video hilang dan lainnya. Terbukti dari hasil survey kami," ungkap Soetrisno.

Dalam kesempatan itu, hadir Anggun Komala Sari, Research Manager dari firma riset DEKA, menyampaikan bila bila konsumen Indonesia sering menghadapi masalah kehilangan data penting dan keterbatasan pada smartphone.

"Sebanyak 97 persen responden mengandalkan smartphone sebagai gawai utama dalam keseharian mereka. Responden yang lebih muda cenderung banyak menggunakan smartphone untuk banyak fungsi. Diantaranya gaming, navigasi, video streaming, atau belanja online," jelas Anggun.

Dalam survey itu juga menunjukkan bahwa smartphone sudah menjadi pengganti "kamera". Lebih dari 90 persen responden pemilik smartphone mengatakan lebih banyak menggunakannya untuk mengambil gambar daripada menelepon. Akibatnya, data pada smartphone hampir seluruhnya atau 98 persen terdiri dari foto dan 79 persen adalah video.

Umumnya masyarakat menggunakan smartphone dengan kapasitas memori internal 16-32 Giga Byte (GB) sekitar 56 persen.

"Kapasitas itu dianggap kurang karena untuk menampilkan yang baru, mereka harus menghapus yang lama. Kemudian juga karena perangkat yang rusak, kehilangan perangkat, virus, file yang rusak, dan lainnya," cerita Anggun.

Dari hasil survey itulah yang kemudian membuat SanDisk USB, bisa dimanfaatkan sebagai pencadangan.

"Kami juga meluncurkan aplikasi mobile SanDisk Memory Zone dan iXpand Drive yang dapat membackup foto dan video dengan cepat dan memindahkan ke komputer atau smartphone lainnya. Juga dapat mengatur agar aplikasi melakukan back up secara otomatis untuk file-file penting setiap USB OTG dihubungkan dengan smartphone," jelas Soetrisno.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved