Berita Kediri

Ruwatan Panji di Kediri: Warga Berharap Berkah dengan Berebut Tirta Amerta

Ruwatan Panji yang berlangsung di Pelataran Candi Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri diwarnai warga berebut air Tirta Amerta.

Ruwatan Panji di Kediri: Warga Berharap Berkah dengan Berebut Tirta Amerta
SURYAOnline/Didik Mashudi
Warga berebut mendapatkan Tirta Amerta usai pagelaran Ruwatan Panji di Pelataran Candi Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Rabu (9/7/2019). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Ruwatan Panji yang berlangsung di Pelataran Candi Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri diwarnai warga berebut air Tirta Amerta, Rabu (9/7/2019). Air berisi kembang setaman itu ditempatkan dalam wadah baskom kuningan.

Sebelumnya air kembang setaman ini ditempatkan tak jauh dari tempat duduk dalang ruwatan Ki Harjito. Begitu prosesi ruwatan berakhir air kembang setaman Tirta Amerta menjadi rebutan pengunjung.

Rata-rata pengunjung memanfaatkan air untuk membasuh tangan dan muka. Beberapa di antaranya dipakai untuk mengusap rambut dan bagian tubuh lainnya.

Warga yang ikut berebut mendapatkan Tirta Amerta berharap doa dan harapannya bakal terkabul. Termasuk dimudahkan rejeki dan dijauhkan dari balak dan bencana.

Sulaiman (45) salah satu pengunjung asal Jombang berharap air Tirta Amerta yang telah diusapkan ke wajah dan rambutnya menjauhkan dari kesialan dan mara bahaya keluarganya.

"Pertunjukan wayang ruwatan seperti ini sangat langka. Ini kesempatan mendapatkan berkah dari air kembang setaman Tirta Amerta," ungkapnya.

Malahan Sulaiman telah datang sejak pagi mengajak istri dan anaknya menyaksikan Ruwatan Panji. Termasuk istri dan anaknya juga ikut berebut mendapatkan air Tirta Amerta.

Sementara Sutini (35) pengunjung asal Badas juga menuturkan penjelasan senada dari manfaat air Tirta Amerta. "Mudah-mudahan kami dijauhkan dari balak dan bencana, dimudahkan dalam mencari rejeki," ungkapnya.

Diungkapkan, Prosesi ruwatan saat ini telah mulai jarang ditemui. Karena biasanya ruwatan hanya berlangsung pada bulan Suro dengan nuansa sangat sakral.

Sedangkan Nurkamin (50) mengaku ikut berebut Tirta Amerta supaya usaha dan rejekinya semakin tahun ini lancar. Selain itu keluarganya dijauhkan dari balak dan bencana. "Mudah-mudahan keluarga kami dijauhkan dari pagebluk penyakit," tuturnya.

Meski menjadi rebutan, pihak panitia memberikan kesempatan kepada warga yang ingin mencelupkan tanganya pada baskom tempat Tirta Amerta.(didik mashudi)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved