Berita Surabaya

Pemprov Jatim Kaji Pembangunan LRT di Kawasan Industri Gerbangkertasusila, Ini Tujuannya

Pemprov Jatim kian matangkan rencana menyediakan sarana transportasi yang memiliki koneksitas terpadu berupa LRT di ring satu wilayah industri

Pemprov Jatim Kaji Pembangunan LRT di Kawasan Industri Gerbangkertasusila, Ini Tujuannya
surya/fatimatuz zahro
Gubernur Khofifah Indar Parawansa hadir sebagai inspektur upacara dalam puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-73 di Lapangan Kodam, Rabu (10/7/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemprov Jatim kian matangkan rencana menyediakan sarana transportasi yang memiliki koneksitas terpadu di ring satu wilayah industri Jawa Timur. Gubernur Khofifah Indar Parawansa, mengatakan wilayah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan (Gerbangkertasusila) direncanakan akan terhubung dengan layanan transportasi publik terpadu, Lintas Rel Terpada (LRT).

"Jawa Timur belum memiliki ring road seperti di Jakarta, sekarang baru akan dibangun Surabaya Eastern Ring Road atau SERR. Kami harap selain SERR itu bisa dibangun, juga dibangun koneksitas transportasi di antara kabupaten/kota di lingkungan ring satu industri Jatim, kemudian disiapkan tambahan transportasi publik, termasuk didalamnya adalah LRT," kata Gubernur Khofifah, Rabu (10/7/2019).

Perencanaan ini bahkan baru saja dibahas dengan pemerintah pusat saat rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo serta melibatkan Bappenas. Untuk mewujudkan LRT ini pemerintah akan memanfaatkan jalur-jalur rel kereta api (KA) yang sudah ada, termasuk menghidupkan kembali rel kereta api yang dibangun pada jaman Belanda seperti antara Babat- Jombang.

Khofifah menyebut bahwa LRT ini akan memasukkan alat transportasi yang tidak hanya berbasis rel, tapi juga bisa berjalan non rel.

"Saya sudah menurunkan tim untuk melakukan survey terhadap kebutuhan masyarakat, seperti kejelasan jadwal keberangkatan, dan lainnya," ucap Khofifah.

"Saya juga sudah berkomunikasi dengan PT. KAI, untuk kebutuhan tambahan gerbong, frekuensi perjalanan, lalu jenis kereta api yang mirip otobus, jadi dia bisa di rel, juga bisa di nonrel, jadi jika tidak ada rel, keretanya bisa nyambung ke darat," imbuhnya.

Dengan begitu koneksitas di wilayah Gerbangkertasusila ini akan benar terwujud dengan penyediaan sarana transportasi oleh pemerintah.

Terkait rel kereta api, Gubernur Khofifah menjelaskan, jalur rel KA yang dulu belum terhubung, sekarang sudah saling terhubung satu sama lain.

Di antaranya, Stasiun Pasar Turi-Stasiun Gubeng, lalu Pasar Turi-Semut-Gubeng, dan lainnya.

Saat ini pihaknya juga telah memaksimalkan koneksitas ke Tuban-Babat Lamonga hingga Jombang.

"Jadi saya sebut ini koneksitas maksudnya adalah transportasi publik yang terkoneksi. Koneksitas ini sudah mulai dicicil, rel-nya sudah tersambung, misalnya untuk stasiun Gtrsik, Bupati Gresik juga telah mengizinkan dan menyiapkan stasiun yang ada untuk menjadi tempat pemberhentian," jelasnya.

Tidak hanya itu, sebagaimana dijelaskan oleh Gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini guna mendukung proyek tersebut, dibutuhkan pula tambahan intensitas kereta komuter yang rutenya tidak hanya sampai Kabupaten Lamongan, tapi bisa mencapai Kabupaten Tuban.

Hal ini untuk mengantisipasi proses permohonan refinery atau pengolahan minyak di kabupaten tersebut.

"Jadi jika nanti refinery sudah berjalan, ini pasti membutuhkan intensitas transportasi yang lebih tinggi, kemudian di jalur-jalur industrial estate. Kita juga ingin memberikan kemudahan, dan ini pasti akan mempercepat sekaligus meringankan ongkos pengangkutan barang dan jasa disekitar Gerbangkertasusila," lanjutnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved