Berita Surabaya

Mantan Petinju Anis Roga Jalani Sidang atas Kasus Dugaan Pemerasan dan Penyekapan, begini Kasusnya

Manta petinju profesional Stanislous Koska Rani alias Anis Roga menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (10/7/2019).

Mantan Petinju Anis Roga Jalani Sidang atas Kasus Dugaan Pemerasan dan Penyekapan, begini Kasusnya
SURYAOnline/samsul arifin
Mantan petinju profesional, Anis Roga bersama keenam rekannya jalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (10/7/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dikawal beberapa body guardnya mantan petinju profesional Stanislous Koska Rani alias Anis Roga menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (10/7/2019).

Dia bersama keenam terdakwa lainnya yakni, Melkilanius Alexander Lawen, Roni Frieds, Hendrik Baron Patikawa, Maurice Yusak Katipana, Marthinus Penu, dan Melkisedek Luys Djawa menjalani sidang atas dugaan pemerasan dan penyekapan terhadap Jimmy Wijaya, seorang pengusaha properti.

Beberapa orang pengawal terdakwa melarang seluruh awak media mengambil gambar.

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU Suparlan, mereka dijerat Pasal 333 Ayat (1) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

"Ketujuh terdakwa pada 12 April 2019, pukul 18.00 WIB, saksi Jimmy Wijaya datang ke kantor PT. Berkat Jaya Land, di Jalan Darmo Hill. Saat saksi datang terdapat ketujuh terdakwa," urai JPU Suparlan, Rabu, (10/7/2019).

Kemudian Anis bersama teman-temannya mengaku diberi kuasa oleh Hengky Tjowasi untuk meminta kembali uang pembelian 3 unit rumah di Royal City, Menganti, Gresik sebesar Rp 1,3 miliar.  

Uang tersebut sudah dibayarkan oleh Hengky kepada Jimmy, tetapi hingga kini rumah tersebut belum terealisasi padahal sudah dibayar lunas sejak tahun 2017.  

Para terdakwa meminta agar saat itu juga Jimmy mengembalikan uang tersebut.

"Namun Jimmy tidak memiliki uang untuk mengembalikan uang tersebut. Lalu para terdakwa mengancam, apabila tidak mengembalikan uang tersebut  Jimmy tidak boleh pulang dan para terdakwa tetap akan menduduki kantor tersebut," lanjut JPU.

Mulai pukul 09.00 sampai 20.00. Para tersangka kemudian meminta uang Rp 20 juta.

Uang itu merupakan syarat agar korban bisa pulang ke rumah. Korban pun menyerah dengan memberikan uang Rp 20 juta.

Uang tersebut diberikan lewat Agus, salah seorang pegawai korban yang juga saksi. Di tempat itu juga, uang Rp 20 juta tersebut dibagi untuk orang delapan.

Tanpa didampingi penasehat hukum, ketujuh terdakwa ini tidak ajukan eksepsi atas dakwaan.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved