Berita Gresik

Kisah Pelajar Gresik Pencipta Jam Digital Wal Ashri, Cita-citanya Kuliah Terkabul Jadi Maba ITB

Ia berhasil mewujudkan impiannya untuk bisa melanjutkan pendidikan jenjang perkuliahan dengan jurusan informatika.

Kisah Pelajar Gresik Pencipta Jam Digital Wal Ashri, Cita-citanya Kuliah Terkabul Jadi Maba ITB
kompas.com/hamzah arfah
Nama Hanif Arroisi Mukhlis (18), pelajar asal Jalan Pati, Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur 

SURYA.co.id | GRESIK - Nama Hanif Arroisi Mukhlis (18), pelajar asal Jalan Pati, Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur, sempat tenar saat berhasil menyempurnakan jam digital usaha sang ayah.

Jam digital 'Wal Ashri' itu kini laris manis di pasaran dan mampu mendulang omzet puluhan juta rupiah.

Kini, Hanif Arroisi Mukhlis patut berbangga hati.

Ia berhasil mewujudkan impiannya untuk bisa melanjutkan pendidikan jenjang perkuliahan dengan jurusan informatika.

Anak sulung pasangan Ahmad Mukhlis (46) dan Anik Lutfiyah (42) ini smengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

"Alhamdulillah Hanif keterima di STEI (Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika) ITB," ujar Mukhlis singkat, Rabu (10/7/2019).

STEI merupakan gabungan dua departemen di ITB, yakni Departemen Teknik Elektro dan Teknik Informatika.

Mukhlis dan Anik merasa bersyukur, lantaran Hanif dapat mewujudkan keinginannya untuk dapat melanjutkan jenjang studi sesuai dengan harapan dan cita-citanya yakni, studi yang bakal mengembangkan bakatnya di bidang bahasa pemrograman.

"Alhamdulillah akhirnya Hanif dapat masuk perkuliahan sesuai dengan yang diharapkannya. Harapan kami, Hanif bisa berkembang lebih baik dan meraih peluang-peluang yang lebih baik serta bisa bermanfaat buat masyarakat," kata Anik.

Sebelumnya, Hanif memang sempat mengatakan dirinya ingin bisa melanjutkan sekolah dengan berkuliah di perguruan tinggi negeri jurusan informatika.

Ia ingin engembangkan kemampuan bahasa pemrograman yang sudah dikuasainya saat ini.
Ia berharap bisa diterima di salah satu universitas negeri jurusan informatika sehingga bakat yang dimiliki di bidang pemrograman lebih terasah.

Hanif juga ingin bisa membuat atau menciptakan banyak karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Saya sangat bersyukur bisa diterima, syukur kepada Allah yang telah mengabulkan harapan dan doa saya selama ini. Alhamdulillah ini benar-benar melebihi ekspektasi. Semoga dengan ini, kemampuan saya (bidang pemrograman) dapat lebih terasah dan berkembang," kata Hanif.

Sebelumnya, Hanif sukses membantu ayahnya Mukhlis, dalam menyempurnakan program jam digital "Wal Ashri" yang sempat laris manis di pasaran dan memiliki omzet puluhan juta rupiah per bulan. (Hamzah Arfah)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Hanif, Lulusan SMA yang Kuasai Pemrograman, Bersyukur Diterima di ITB

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved