Berita Pamekasan Madura

Kiat Mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura Menciptakan Desa Tematik di Pamekasan 

Dukungan mahasiswa tersebut diwujudkan dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Desa Murtajih Pamekasan.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Parmin
SURYAOnline/kuswanto ferdian
Ketua KKN Universitas Trunojoyo Madura kelompok 4 saat memberikan penghargaan kepada Camat Pademawu Pamekasan, Rabu (10/7/2019). 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Mahasiswa Kerja Kuliah Nyata (KKN) Tematik Mandiri, Universitas Trunojoyo Madura mendukung misi Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam untuk menciptakan desa tematik di wilayah Kabupaten Pamekasan.

Dukungan mahasiswa tersebut diwujudkan dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Desa Murtajih Pamekasan.

Sesuai dengan pernyataan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam bahwa ia menginginkan, desa di Kabupaten Pamekasan memiliki tema.

Menurutnya, tema di setiap desa amat diperlukan untuk menunjang kemajuan ekonomi desa yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Atas dasar tersebut Mahasiswa KKN Tematik Mandiri UTM Kelompok 4 yang sedang melakukan pengabdian masyarakat di Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, mendukung misi Bupati Pamekasan untuk mewujudkan hal tersebut.

Dengan cara menggelar pelatihan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Desa Murtajih Pamekasan.

Ketua KKN UTM Kelompok 4, Feri Agusyadi mengatakan, pihaknya menggelar pelatihan Bumdes tersebut ingin mendukung program yang dicanangkan oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam terkait dengan desa tematik dan desa mandiri.

Yang tentunya hal itu menjadi cita-cita Bupati Pamekasan yang ingin menjadikan Pamekasan hebat dan Pamekasan yang berdaya saing dengan kabupaten lainnya.

"Seperti yang menjadi amanat almarhum kepala desa kepada kami, yaitu ingin menjadikan Desa Murtajih sebagai ikon desa wisata di Pamekasan dan juga menjadi salah satu desa tematik serta menjadi desa percontohan bagi desa yang lain," kata Feri sapaan akrabnya, Rabu (10/7/2019).

Feri mengaku, pihaknya menggelar pelatihan Bumdes tersebut berangkat dari gejolak perangkat Desa Murtajih atas permasalahan minimnya wawasan anggota Bumdes terhadap pengelolaan yang berkaitan dengan kemajuan perekenomian desa untuk menuju desa tematik.

"Bahan awal yang menjadi permasalahan, kenapa kami mengangkat Bumdes tema besarnya, karena setelah kami melakukan survei ke lapangan dari perangkat desa mencanangkan kalau kami hanya fokus disuruh bantu mengembangkan pariwisata dan mewujudkan desa pariwisata yang ada di Desa Murtajih," ujar Feri.

"Dan juga gejolaknya perangkat desa ada yang mengatakan bahwa di Desa Murtajih masih minim wawasan dan SDMnya masih belum mempuni dalam pengelolaan Bumdes. Nah oleh sebab itu kami menggelar pelatihan Bumdes ini supaya nantinya semua sektor baik itu potensi desa dan semacamanya dapat tumbuh dan bisa meningkatkan perekonomian rakyat di Desa Murtajih," sambung dia.

Sedangkan, Sekretaris Desa Murtajih Mohammad Djazuli mengatakan, dengan adanya pelatihan Bumdes ini yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN UTM Kelompok 4 sangat mendukung bagi pihaknya.

"Karena tempat wisata itu kan pengelolaannya Bumdes dan itu masih saat ini kami programkan. Dan anggota Bumdes di desa kami masih belum maksimal berjalan," kata Mohammad Djazuli.

Selain itu Djazuli mengaku bahwa Desa Murtajih ditunjuk dan akan dijadikan desa tematik oleh Bupati Pamekasan serta akan dijadikan sebagai desa wisata terpadu.

"Harapan kami setelah adanya kegiatan pelatihan Bumdes yang digagas oleh KKN Kelompok 4 dari UTM ini, Bumdes di Desa Murtajih bisa bekerja maksimal, dan bisa disalurkan bekerja secara profesional untuk mengembangkan desa pariwisata, " pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved