Sambang Kampung
Karang Taruna Rejo Mulyo Bantu Perbaiki Rumah Tak Layak Huni Warga Ngagel
Anak-anak muda yang tergabung dalam karang Taruna Rejo Mulyo turun tangan memperbaiki rumah-rumah warga yang tak layak huni.
Penulis: Delya Octovie | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id, SURABAYA - Rumah Handoyo (40) di Ngagel Mulyo Gang VII no. 10, sebelumnya tak beratap. Bila hujan, bagian dalam rumahnya pun tergenang.
Karena keterbatasan biaya, pria yang sehari-hari menjalankan usaha bengkel sepeda motor dan sepeda pancal itu berusaha menutup atap menggunakan terpal, namun hasilnya tak begitu efektif.
Apalagi, pada tahun 2013, rumahnya jadi korban puting beliung, sehingga kondisinya makin tak karuan.
Mengetahui kondisi rumah Handoyo, para anggota Karang Taruna (Kartar) Ngagel Rejo yang menyebut dirinya Karang Taruno Rejo Mulyo tersebut membantu memperbaiki rumah ayah satu anak ini, menggunakan anggaran dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya.
"Anggaran dari Dinsos totalnya sebesar Rp 33 juta, sudah termasuk material, tukang, PPN, dan lain-lain," kata Roby Hidayat, ketua Karang Taruna Rejo Mulyo, Rabu (10/7/2019).
Ia menjelaskan, ini merupakan satu di antara program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang membantu warga merenovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Jatah dari Dinsos untuk perbaikan Rutilahu di Ngagel adalah tujuh rumah, Handoyo termasuk dari tiga rumah yang hampir rampung digarap.
Perbaikan tidak hanya dikerjakan oleh tukang, tetapi juga dibantu oleh para anggota kartar.
"Kami yang mengusulkan pada dinsos untuk merenovasi rumah pak Handoyo, karena kondisinya memprihatinkan sekali, sedangkan pak Handoyo dan istrinya punya kontribusi besar untuk Ngagel Rejo," tutur Roby.
Ia mengatakan, Kartar Rejo Mulyo dengan senang hati menjalankan program ini, karena ingin membantu warga yang tidak mampu.
"Apalagi bu Risma sangat peduli dengan kesejahteraan warga, beliau yang punya gagasan rutilahu itu. Sangat membantu sekali untuk warga. Ini rumah selanjutnya yang mau dikerjakan punya janda anak dua. Rumahnya sudah parah. Kami juga mengupayakan satu anaknya dapat beasiswa," paparnya.
Handoyo mengaku sangat bersyukur bisa mendapat bantuan berupa renovasi rumah, baik ke pada Pemkot Surabaya maupun Kartar Rejo Mulyo yang bahu-membahu menyulap rumahnya menjadi lebih layak huni bagi anak satu-satunya, yang kini kelas 3 SD.
"Dulu tidak ada atapnya, tidak ditutup, jadi kalau hujan ya air masuk," kata pria asli Tulungagung ini.
Rupanya, rumah tersebut ia bangun sendiri dengan biaya seadanya, sehingga hanya terdiri dari bata dan semen.
Sebelum direnovasi, lantainya berupa tanah.
Sekarang, hampir seluruh bagian lantai rumahnya sudah dipasangi tegel, dindingnya disempurnakan, dicat putih, dan diberi atap asbes.
"Saya bersyukur mendapat bantuan," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/karang-taruna-rejo-mulyo.jpg)