Jaksa Tetapkan Tersangka Baru Dalam Kasus Korupsi Kredit Modal Kerja BRI Senilai Rp 10 Miliar

Kejari Surabaya menetapkan seorang lagi sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi kredit modal kerja BRI di Surabaya senilai Rp 10 miliar.

Jaksa Tetapkan Tersangka Baru Dalam Kasus Korupsi Kredit Modal Kerja BRI Senilai Rp 10 Miliar
surabaya.tribunnews.com/samsul arifin
Kasi Pidsus Kejari Surabaya, Heru Kamarullah saat dijumpai di ruangannya, Kamis (10/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

SURYA.co.id | SURABAYA - Penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri Surabaya menetapkan tersangka baru pada kasus korupsi kredit modal kerja (KMK) di BRI Cabang Surabaya Manukan Kulon senilai Rp 10 miliar.

Tersangka baru ini adalah Nur Kholifah yang diduga menjadi broker dana talangan. Nur Cholifah juga diduga ikut berperan dalam menyiapkan dokumen fiktif yang dipakai oleh dua tersangka lainnya untuk permohonan kredit modal kerja di BRI.

"Benar, hari ini, Rabu, (10/7/2019) kami menetapkan satu tersangka baru dengan inisial NC," kata Kasi Pidsus Kejari Surabaya Heru Kamarullah, Rabu (10/7/2019).

Selain tersangka, masih kata Heru, NC juga ditetapkan buron dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Tersangka NC sudah kami nyatakan DPO dan saat ini, masih dalam pencarian tim penyidik, " ungkapnya.

Penetapan DPO kepada wanita yang tinggal di Jalan Gadukan ini karena terus mangkir dari proses penyidikan yang dilakukan penyidik Pidsus Kejari Surabaya.

"Tersangka NC ini memang tidak kooperatif, sudah beberapa kali dipanggil tapi tidak datang," pungkasnya.

Seperti diketahui, Nur Cholifah ditetapkan tersangka setelah penyidikan melakukan gelar perkara atas alat bukti dan keterangan dua tersangka lainnya, yakni Lanny Kusumawati Hermono dan Nanang Lukman Hakim (berkas perkara terpisah).

Ketika debiturnya tidak bisa membayar, dia mengalihkan jaminan debiturnya berupa sertifikat  ke tersangka Lanny Kusumawati Hermono dan tersangka Nanang Lukman Hakim.

Ketika disetujui oleh pihak debitur atas pengalihan jaminan sertifikat itu, Nur Cholifah bersama Lanny Kusumawati dan Nanang Lukman Hakim justru mengalihkan jaminan sertifikat tersebut ke BRI, dengan memakai dokumen dokumen palsu yang telah disiapkan oleh Nur Cholifah.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved