Potret

Inovasi Mahasiswa Universitas Airlangga Zilvana Nurul Iza: Permen Pencegah Kanker Berbahan Kunyit

Inovasi itu diberi nama “Pemanfaatan Kunyit sebagai Pencegah Kanker melalui Permen Kuper (Kunyit Penghilang Resahmu).

Inovasi Mahasiswa Universitas Airlangga Zilvana Nurul Iza: Permen Pencegah Kanker Berbahan Kunyit
SURYAOnline/sulvi sofiana
Zilvana Nurul Iza 

SURYA.co.id |SURABAYA - Kanker menjadi salah satu momok banyak orang. Berdasarkan data siaran pers terbaru perihal kanker global 2018  beban kanker global telah meningkat menjadi 18,1 juta kasus baru dan 9,6 juta kasus kematian.

Data tersebut dirilis Agensi Internasional untuk Riset Kanker Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) PBB.

Hal itu memicu mahasiswa S1 Program Studi Statistika Universitas Airlangga (Unair), Zilvana Nurul Iza membuat inovasi permen sebagai pencegah kanker dengan memanfaatkan kunyit.

Inovasi itu diberi nama “Pemanfaatan Kunyit sebagai Pencegah Kanker melalui Permen Kuper (Kunyit Penghilang Resahmu).

Inovasi buatan Zilvana bahkan berhasil memperoleh medali perunggu pada kompetisi International Malaysia-Indonesia-Thailand Symposium on Innovation and Creativity (IMIT-SIC 2019) bulan lalu di Princess of Naradhiwat University, Thailand.

"Permen buatan saya itu memiliki manfaat dalam mencegah cancer, stroke, dan dementia, karena berbahan dasar rempah-rempah yang memang sudah terbukti khasiatnya,"urainya.

Selain itu bahan-bahan yang menunjang pembuatannya juga mudah didapatkan, dan tentunya permen inovasinya ini memiliki segudang manfaat.

“Inovasi ini muncul akibat keresahan saya pada peristiwa yang muncul dan memang cukup membahayakan bagi kehidupan. Kanker bukan sembarang penyakit. Maka dari itu saya berinovasi untuk mencari cara bagaimana mencegahnya dan akhirnya mendapatkan ide untuk membuat permen pencegah kanker,” terang Zilvana.

Mengapa memilih permen? Sebab, lanjut Zilvana, beberapa literatur menyebutkan bahwa permen merupakan sesuatu yang mudah disukai orang-orang.

Selain itu, siaran pers global memberikan data bahwa tiap tahunnya pengidap dan angka kematian akibat kanker meningkat. Satu dari lima pria dan enam wanita mengidap kanker semasa hidupnya, dan satu dari delapan pria dan sebelas wanita meninggal akibat kanker.

Zilvana juga menyampaikan bahwa permen pencegah kanker tersebut dapat dikonsumsi oleh semua orang kecuali ibu hamil dan menyusui. Permen pencegah kanker merupakan solusi efektif dan mudah dikonsumsi.

Ke depannya, dia berniat mengembangkan lagi produk dan khasiat inovasinya itu berharap mampu  mencegah penyakit serius lainnya.

"Semoga inovasi saya dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk menjadi lebih inovatif dan kritis terhadap permasalahan," pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved