Berita Surabaya

Gubernur Khofifah Berencana Bangun Kereta Gantung di Gunung Bromo, Ini Tujuannya

Pemprov Jatim berencana menyediakan sarana kereta gantung di Gunung Bromo.

Gubernur Khofifah Berencana Bangun Kereta Gantung di Gunung Bromo, Ini Tujuannya
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Tiga model bergaya dalam sesi foto busana muslim karya desainer Lia Afif di Puncak Seruni Point, Bromo, Minggu (6/1/2019). Mengusung tema Excite Tangerines dengan membawa batik karya perajin batik Kabupaten Probolinggo ini menggambarkan munculnya warna-warna Tangerine sebuah gradasi warna mewakili musim gugur yang menjadi tema dari Hongkong Fashion Week2019 pada14-17 Januari 2019. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kawasan Gunung Bromo masih menjadi magnet sektor pariwisata yang mampu mendatangkan banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara ke Jawa Timur. Untuk meningkatkan layanan dan daya tarik objek wisata di kawasan Bromo-Tengger-Semeru, Pemprov Jatim berencana menyediakan sarana kereta gantung di Gunung Bromo.

Harapannya kereta gantung tersebut bakal memudahkan dan membuat nyaman para wisawatan yang datang ke Gunung Bromo untuk menikmati sunrise atau matahari terbit. Sebab, pengembangan kawasan wisata Bromo-Tengger-Semeru ini sudah masuk dalam proyek strategis nasional (PSN).

"Selama ini wisatawan yang ingin melihat sunrise harus berangkat jam 02.00 WIB dini hari dan akses jalannya sangat kecil untuk menuju keatas. Menurut kepala Bappenas, investor dari Swiss siap untuk support, kebetulan Swiss juga memiliki pengalaman cukup advanced untuk menyiapkan kereta gantung," kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Rabu (10/7/2019). .

Tidak hanya itu, pemerintah kini juga tengah merumuskan untuk memperluas akses untuk bisa menuju ke kawasan wisata Gunung Bromo, di antaranya adalah perluasan akses dan pendalaman kedalaman pelabuhan Tanjung Tembaga di Probolinggo.

Ini lantaran potensi menangkap wisatawan dari pelabuhan tersebut cukup besar.

Bahkan, saat ini kapal pesiar The Cruise cukup sering singgah di pelabuhan tersebut.

Jika akses diperluas di titik tersebut maka wisatawan bisa diarahkan untuk menikmati pariwisata di kawasan Gunung Bromo.

"Jadi, ini akan nyambung dengan wisata Bromo-Tengger-Semeru. Harapannya jika kapal tersebut sudah masuk ke Probolinggo, maka dia akan masuk juga ke Pelabuhan Kalianget di Sumenep. Di Kalianget, ada wisata Gili Labak yang tidak kalah indahnya dengan Raja Ampat, kemudian disana juga ada Pulau Gili Iyang yang kadar oksigennya nomor dua terbaik di dunia," pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved