Giliran Kota Malang Gelar Festival Panji Nusantara

Festival Panji Nusantara kali ini juga terasa spesial bagi Kota Malang karena akan menjadi penutup...

Giliran Kota Malang Gelar Festival Panji Nusantara
surabaya.tribunnews.com/hayu yudha prabowo
Pementasan tari topeng Ragil Kuning dari kampung budaya Polowijen dalam gelaran Pra Festival Panji Nusantara 2019 di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Jalan Soekarno Hatta Kota Malang, Rabu (10/7/2019). 

SURYA.co.id | MALANG - Kota Malang menyelenggarakan Festival Panji Nusantara, Rabu (10/7/2019). Festival yang diselenggarakan untuk kali ketiga bagi Kota Malang ini dilaksanakan di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Jl Sukarno-Hatta.

Festival Panji Nusantara kali ini juga terasa spesial bagi Kota Malang. Pasalnya, penutupan Festival Panji Nusantara akan dilaksanakan di Kota Malang. Setelah dibuka pada Hari Selasa, 9 Juli 2019 di Kabupaten Blitar

“Kalau saat ini, adalah pra festival,” ujar Kabid Kebudayaan Disbudpar Kota Malang Achmad Supriadi, Rabu (10/7/2019).

Pada acara yang digelar sekitar pukul 20.30 malam itu, ditampilkan sendra tari topeng yang khas Malang. Yakni menampilkan Sendratari Wayang Panji yang dibawakan oleh para pelajar SMAN 10 Malang.

Sendratari Wayang Panji ini menceritakan tentang Kisah Panji yang memberikan gambaran tentang tahapan-tahapan penting dari sejarah kehidupan manusia. Juga menjelaskan peradaban masyarakat Jawa Kuno antara abad  ke 14-15 dan merupakan dokumentasi sejarah kebudayaan di Asia Tenggara secara luas.

Festival Panji Nusantara, sudah diadakan ketiga kalinya. Pertama diadakan secara lokal dengan Provinsi Jawa Timur pada 2017. Di Tahun 2018 Festival Panji Internasional, kemudian tahun ini, Panji Nusantara. Dengan tamu pendukung daris ejumlah provinsi di Indonesia seperti Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

“Untuk tahun ini, Kota Malang menjadi tuan rumah festival Panji, tetapi pada penutupan. Pembukaan di Kabupaten Blitar,” jelas pria yang akrab disapa Pri ini kemarin.

Sementara itu sendratari Wayang Panji yang dibawakan puluhan pelajar ini sesungguhnya tidak hanya akan menceritakan kisah Panji yang selama ini sering digambarkan.

Pri menjelaskan, filosofi cerita Panji adalah mengenai “mencari dan menemukan”. Seperti kisah tentang rembulan dan matahari yang digambarkan bagaikan sepasang kekasih. Bulan adalah lambang kesetiaan dan  ketulusan cinta. Janji bulan untuk tetap setia pada matahari. 

Berbagai varian Cerita Panji selalu mengisahkan upaya pencarian yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, penuh dengan halang rintang, termasuk harus melakukan penyamaran. Namun usaha keras itu akhirnya tidak sia-sia. Cerita Panji mengajarkan perihal kesetiaan dan usaha keras untuk menjaganya, meski pada saat yang sama kesetiaan itu sendiri memiliki tafsir yang berbeda.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved