Berita Surabaya

Dindik Jatim Pilih 2 SMK Ini untuk Program Sekolah Rujukan dan Teaching Factory, Ini Tujuannya

Sebanyak dua SMK terpilih untuk menerapkan program Sekolah Rujukan dan Teaching Factory untuk 2019

Dindik Jatim Pilih 2 SMK Ini untuk Program Sekolah Rujukan dan Teaching Factory, Ini Tujuannya
surabaya.tribunnews.com/sulvi sofiana
Ilustrasi - Siswa SMK PGRI 13 saat mendapat arahan dalam penataan barang di swalayan Alfamidi yang ada di sekolahnya di program Teaching Factory, Kamis (28/9/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak dua SMK terpilih untuk menerapkan program Sekolah Rujukan dan Teaching Factory untuk 2019. Kedua sekolah itu adalah SMKN 10 Surabaya yang ditunjuk sebagai sekolah rujukan, sementara SMK PGRI 13 Surabaya sebagai sekolah dengan program Teaching Factory.

Kedua sekolah tersebut diharapkan mengimbaskan program sekolah yang telah dilakukan agar dapat diadaptasi dan membantu peningkatan kualitas output oleh sekolah sekitarnya. Setidaknya, sembilan SMK swasta ikut serta dalam sosialisasi program Sekolah Rujukan dan Teaching Factory di SMKN 10 Surabaya, Rabu (10/7/2019).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Surabaya-Sidoarjo, Sukaryanto, mengatakan pada dasarnya setiap SMK telah memiliki program Teaching Factory. Hanya saja, program nasional setiap tahunnya juga mendanai program sekolah rujukan dan program teaching factory pada skeolah-sekolah unggulan.

"SMK ini 70 persen praktik, sisanya teori. Sekolah-sekolah yang dipilih nasional biasanya konsisten dalam pengembangan kerjasama dan program sekolahnya," kata Sukaryanto.

Ia berharap kedua sekolah yang mendapat pendanaan dari pemerintah pusat dapat mengoptimalkan program sekolahnya dan memberikan output yang dibutuhkan dunia kerja.

"Program ini juga menunjukkan kalau kualitas SMK swasta juga bisa unggul seperti SMK negeri. Jadi harus terus ditingkatkan," urainya.

Kepala SMK PGRI 13 Surabaya, Sri Wiludjeng, menambahkan program Teaching Factory yang didanai pemerintah harus tuntas dalam waktu empat bulan.

Dalam hal ini, SMK PGRI 13 Surabaya menggandeng Lia Sidik Assocciates Branding & Design untuk menyetarakan kurikulum jurusan Desain Komunikasi Visual di sekolahnya.

"Kalau kerja sama dengan industri sudah rutin kami lakukan. Tetapi uang saat ini kami jajaki yaitu kerjasama untuk jurusan DKV. Kami menyodorkan kurikulum dari Jakarta kemudian kami selaraskan mana yang perlu dan tidak antara industri dengan jurusan kami," imbuh Sri.

Dengan demikian, sekolah bisa mengetahui kebutuhaneButuhan industri dan upaya untuk menyiapkan lulusannya agar siap kerja.

Halaman
123
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved