Berita Surabaya

Berhasil Turunkan Angka Kematian Ibu, Tuban, Kulon Progo & Kerawang, Raih PAKI Award 2019 dari POGI

tiga daerah berhasil turunkan angka kematian ibu dan meraih penghargaan PAKI Award 2019, yakni Kulon Progo, Tuban dan Kerawang.

Berhasil Turunkan Angka Kematian Ibu, Tuban, Kulon Progo & Kerawang, Raih PAKI Award 2019 dari POGI
surya/sulvi sofiana
Juri Nasional PAKI Award 2019, Prof dr Erry Gumelar SpOG (K) bersama Kabid Kesmas Dinkes Kulonprogo, drg Hunik Rimawati dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami seusai menerima penghargaan PAKI Award di PIT POGI ke-24 di di Hotel Shangri-La Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Angka kematian ibu jadi isu strategis yang kerap dibahas di lingkup kesehatan. Kurangnya kesadaran akan kesehatan ibu hamil, penanganannya, serta adat istiadat daerah, diduga kerap menyumbang banyaknya angka kematian ibu tersebut.

Untuk itu, sejumlah daerah yang berhasil melakukan inovasi dan menekan Angka Kematian Ibu mendapat PAKI (Penurunan Angka Kematian Ibu) Award dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (PIT POGI) 2019.

Ada tiga daerah berhasil meraih penghargaan PAKI tersebut, yakni Kulon Progo, Tuban dan Kerawang. Ketiga daerah tersebut dinilai memiliki inovasi dan terobosan yang berhasil menekan dan menurunkan angka kematian ibu melahirkan.

Juri Nasional PAKI Award 2019, Prof dr Erry Gumelar SpOG (K) mengungkapkan pemenang PAKI Award ini didapatkan dari klasifikasi data khusus dan wawancara dengan berbagai pihak terkait.

"Nantinya pemenang PAKI ini diwajibkan untuk membuat tulisan terkait proses inovasi dan terobosan yang digunakan dalam menekan dan menurunkan angka kematian ibu melahirkan yang ke depannya akan dipublikasikan melalui majalah-majalah kedokteran,"urainya mendampingi pemenang asal Kulon Progo usai menerima penghargaan PAKI Award di PIT POGI ke-24 di di Hotel Shangri-La Surabaya.

Selain itu, penghargaan ini diharapkan mampu memberikan apresiasi kepada daerah yang telah banyak meningkatkan mutu dan kualitasnya dalam menekan angka kematian ibu melahirkan.

"Harapannya semoga usaha ini diadopsi oleh daerah lainnya serta membuat Indonesia bebas kematian ibu melahirkan," ujarnya.

Kepala bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo, drg Hunik Rimawati, menambahkan upaya menekan angka kematian ibu dilakukan dengan bekerja sama lintas sektoral.

”Kebijakan-kebijakan bupati kami teruskan sampai ke bawah. Camat, lurah, semua berperan,” imbuh hunik.

Untuk memudahkan masyarakat, khususnya ibu hamil, ada banyak terobosan yang sudah dilakukan.

Dimulai dengan SMS Gateway, kemudian berkembang menjadi Rindu KIA (Jejaring Peduli Kesehatan Ibu dan Anak) serta Bumilku (Ibu hamil Kulonprogo).

Mengenai peran serta lingkungan, menurutnya melalui pengurus kampung dilakukan penekanan peran serta suami dalam melakukan pendekatan ke para calon bapak agar lebih peduli.

”Selain kelas ibu, kami juga ada kelas ayah. Dengan begini ibu hamil tidak merasa sendiri. Ayah juga harus siap. Pendekatannya salah satunya melalui kegiatan kumpul-kumpul di kampung, itu kami sampaikan,” ujar Hunik.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved