Berita Surabaya

Update Kasus Pengeroyokan di Dharmahusada Indah Surabaya, Tak Menangis saat Diperiksa Polisi

Update kasus bocah perempuan dikeroyok 8 orang di Dharmahusada Indah Barat Surabaya, tak menangis saat diperiksa polisi.

Update Kasus Pengeroyokan di Dharmahusada Indah Surabaya, Tak Menangis saat Diperiksa Polisi
YouTube
Video viral bocah perempuan dikeroyok 8 orang di Dharmahusada Indah Barat Surabaya. 

"Masih sekolah, iya ada yang teman sekelas, ada yang SMA. Ada yang kelas V SD sampai SMA," kata Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni, Jumat (5/6/2019).

Ruth mengatakan sembilan anak yang terlibat penganiayaan tersebut akan dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi, Senin depan (8/7/2019).

"Orang tuanya sudah kita interograsi, korban dan pelapor dalam hal ini orang tuanya," kata Ruth.

Ruth mengatakan telah mengambil visum korban dan akan menyidiki kasus tersebut sembari memanggil sembilan anak-anak.

"Yang melapor orang tuanya. Visum sudah, luka tidak terlalu parah. Nanti kita panggil Senin (8/7/2019), sembilan anak sebagai saksi," kata dia.

Pada video viral yang beredar di media sosial Facebook terlihat seorang anak dijambak, dipukul hingga ditendang teman-temannya.

Korban terlihat tidak melawan dan hanya menangis duduk bersimpuh di tengah jalan.

Sementara rekan-rekannya yang juga perempuan bergiliran memukul dan bersorak sembari merekam adegan penganiayaan tersebut.

Pengeroyok Sempat Meminta Minum pada Warga Sekitar

Anak-anak yang terlihat pada video viral tersebut sempat meminta minum pada warga sekitar.

Anak-anak perempuan berjumlah delapan orang itu diketahui berkumpul di depan rumah nomor 205 Jalan Dharmahusada Indah Barat VIII Surabaya.

Mereka meminta minum kepada Arif dan Ivo yang berjaga di rumah tersebut.

"Baru lihat tadi video itu langsung ingat, loh ini kan anak-anak yang kemarin. Sempat minta air minum mereka," kata Arif, penjaga rumah, Kamis (4/7/2019).

Arif kurang mengingat hari kejadian tersebut, namun keberadaan anak-anak itu sekitar siang hari.

"Kalau bertengkarnya saya tidak tahu, di sini memang lama. Saya tahu mereka di depan sini kumpul," kata Arif.

Ditambahkannya, Arif mengira anak-anak tersebut bercanda sebab ia mendengar mereka berteriak dengan candaan.

"Saya kan di dalam. Saya dengar di luar mereka seperti bercanda, teriak-teriak saya kira bercanda kan saya tidak tahu di luar pagar mereka sedang apa," kata Arif.

Rumah di Jalan Dharmahusada Indah Barat VIII Surabaya yang menjadi lokasi pengeroyokan bocah perempuan di Surabaya timur.
Rumah di Jalan Dharmahusada Indah Barat VIII Surabaya yang menjadi lokasi pengeroyokan bocah perempuan di Surabaya timur. (tribun jatim/nurika anisa)

Hal tersebut juga dibenarkan Ivo. Saat melihat keberadaan anak-anak, ia tidak mengetahui telah terjadi pengeroyokaan.

"Tidak kenal juga, tapi memang di depan sini agak lama. Kaget saya lihat video itu kan anak-anak yang di depan," kata Ivo.

Mendapat Perhatian Khusus dari Wali Kota Risma

Video viral bocah perempuan dikeroyok 8 orang yang terjadi di Dharmahusada Indah Barat, Surabaya mendapat perhatian khusus dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Menanggapi dua video berdurasi 28 detik dan 34 detik itu, Risma mengerahkan Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) untuk mendampingi korban pengeroyokan.

Tak hanya itu, DP5A juga akan berkoordinasi dengan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya.

"Tim itu juga bertemu Unit PPA di Polrestabes, nanti hasil laporannya itu akan dilaporkan ke Ibu (Risma). Ibu akan menindak lanjuti laporan itu, biarkan proses itu berjalan, tapi pemerintah kota pasti akan intervensi dari sisi keluarga (korban)," tutur Kabag Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser, Jumat (5/7/2019).

Ia menambahkan, Risma memberikan perhatian besar terhadap kasus ini, karena ia fokus pada permasalahan anak dan sosial.

"Konsentrasi ibu yang besar itu kepada Sumber Daya Manusia, pendidikan, kesejahteraan, nah persoalan sosial ini kan berefek, pasti ibu perhatian di situ," imbuhnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, Chandra Oratmangun, mengatakan TKP video memang benar berada di Perumahan Galaxy Dharmahusada Indah Barat Surabaya, namun rumah pelaku di Jojoran, Gubeng.

"Iya benar TKP-nya di lokasi perumahan. Tapi rumahnya di Jojoran, Kecamatan Gubeng," katanya.

DP5A kini tengah melakukan pendampingan psikologis, karena korban maupun pelaku adalah anak-anak. (Nurika Anisa/Delya Oktovie)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved