Berita Malang Raya

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Bulan Agustus, Warga Diimbau untuk Hemat Air

Kekeringan merupakan salah satu jenis bencana alam yang berlangsung lama sampai musim hujan tiba

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Bulan Agustus, Warga Diimbau untuk Hemat Air
SURYA.co.id/Danendra Kusumawardana
Ilustrasi kekeringan 

SURYA.co.id | MALANG - Di Kota Malang, puncak kemarau diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2019.

Analis Bencana BPBD Kota Malang, Mahfuzi menganjurkan agar masyarakat bisa menghemat air untuk menghadapi kemarau.

Dijelaskan Mahfuzi, jika kekeringan meterologi berlanjut lebih lama, maka hilangnya air dari tanah akan merembet pada kekeringan hidrologis yang umum dicirikan dengan menurunnya elevasi muka air di kolam, danau, sungai bahkan air tanah atau groundwater.

Ia menjelaskan, fenomena kekeringan hidrologis patut diwaspadai saat memasuki musim kemarau.

Fenomena ini biasanya menyebabkan air sumur mulai menurun debit airnya.

"Kekeringan merupakan salah satu jenis bencana alam yang berlangsung lama sampai musim hujan tiba,” kata Mahfuzi, Senin (8/7/19).

Mahfuzi mengatakan, udara yang kering, prosentase kelembaban rendah dan tiupan angin yang kencang akan menambah laju evaporasi atau penguapan.

Itulah mengapa kekeringan ditandai turunnya volume air seperti di sungai, danau atau kolam.

Mahfuzi menerangkan, jika hujan jarang turun, radiasi matahari meningkat disertai suhu udara meningkat maka terjadi kekeringan meterologi.

Akibatnya kelembaban tanah menurun, kering dan retak-retak.

Mahfuzi menyebut berdasarkan perkiraan BMKG Karangploso puncak musim kemarau Kota Malang berlangsung pada Agustus.

Di saat itulah hari tanpa hujan atau HTH semakin meningkat.

“Kekeringan tidak dapat dihilangkan namun bisa diturunkan besarannya. Dalam skala global, perlu pemeliharaan konservasi lahan dan air. Bisa pula (melakukan) pembatasan pengambilan air tanah yang berlebihan,” ujar Mahfuzi.

Adanya perubahan iklim yang kian masif di seluruh dunia turut pula berkontribusi terhadap munculnya bencana, termasuk bencana kekeringan.

Ditegaskan Mahfuzi, air adalah kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan manusia maka perlu dimulai dengan tindakan-tindakan pelestarian air maupun optimalisasi manajemen air yang baik.

Penulis: Benni Indo
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved