Dokter Gigi Merangkap Jadi Pemburu Satwa Liar Ditangkap Karena Lakukan Hal ini pada Hewan Dilindungi

Seorang Dokter Gigi Merangkap Jadi Pemburu, Ditangkap Karena Lakukan Hal ini pada Hewan Dilindungi

Dokter Gigi Merangkap Jadi Pemburu Satwa Liar Ditangkap Karena Lakukan Hal ini pada Hewan Dilindungi
CEN/@MPF_AC
Seorang Dokter Gigi Merangkap Jadi Pemburu, Ditangkap Karena Lakukan Hal ini pada Hewan Dilindungi 

SURYA.co.id - Seorang dokter gigi di Brasil diketahui merangkap menjadi pemburu liar sejumlah hewan yang dilindungi.

Dokter gigi yang merangkap menjadi seorang pemburu liar ini juga diketahui bergabung dengan sebuah klub perburuan di Brasil.

Dokter gigi yang tak diketahui namanya ini merupakan satu di antara tujuh tersangka yang ditangkap oleh kepolisian Brasil lantaran diduga membunuh ribuan ekor hewan dilindungi.

Siswi SMP Berhubungan Suami Istri dengan Pacar di Toilet Masjid, Penampakannya Saat Digerebek

4 Fakta Sebenarnya Karyawati PTPN Dibunuh 2 Pelajar, Awalnya Tak Berniat Memperkosa

4 Fakta Chat Mesum Whatsapp (WA) Tersebar di Grup Facebook Jombang, Kirim Foto Alat Vital Juga

Seorang dokter gigi merangkap jadi pemburu liar dan bunuh ribuan hewan dilindungi.
Seorang dokter gigi merangkap jadi pemburu liar dan bunuh ribuan hewan dilindungi. ()

Menurut laporan, dokter gigi bersama tersangka yang lainnya telah membunuh jaguar, kapibra, dan sejumlah hewan dilindungi lainnya.

Sejumlah laporan mengatakan, anggota terlama geng pemburu liar ini adalah Temistocles Barbosa Freire.

Dia adalah seorang dokter gigi yang diyakini sudah melakukan perburuan liar dan membunuh lebih dari 1.000 ekor jaguar sejak 1987.

Sejumlah foto memperlihatkan Freire membawa jaguar yang sudah mati di punggungnya sementara anjing-anjing pemburu mengerumuninya.

Menurut kabar, aparat keamanan Brasil berhasil menyadap komunikasi kelompok ini dan memantau pergerakan mereka selama tiga bulan sebelum melakukan penangkapan.

Ketujuh pemburu liar ini ditangkap dan pengadilan federal Brasil telah menjerat mereka dengan kasus perburuan liar dan penggunaan senjata api tanpa izin.

Dalam pemantauan selama tiga bulan itu, polisi menemukan bahwa kelompok ini sudah membunuh delapan macan tutul, 13 kapibara, serta 10 ekor babi hutan dan rusa.

Halaman
1234
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved