Berita Lamongan

Awak KPU Lamongan Mulai Diperiksa Kejaksaan, Dugaan Korupsi Rp 1 Miliar Dana Hibah Pilkada Serentak

Kekjari Lamongan Jawa Timur intens melakukan penyelidikan dugaan korupsi dana hibah Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk pilkada serentak

Awak KPU Lamongan Mulai Diperiksa Kejaksaan, Dugaan Korupsi Rp 1 Miliar Dana Hibah Pilkada Serentak
SURYA.co.id/Hanif Manshuri
Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lamongan, jalan Basuki Rahmad. 

SURYA.co.id l LAMONGAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan Jawa Timur intens melakukan penyelidikan dugaan korupsi dana hibah Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk pilkada serentak tahun 2015.

Pilkada di Lamongan ini dimenangkan oleh pasangan calon nomor 2 Fadeli - Kartika Hidayati.

"Ya ini masih penyelidikan," kata Kasi Intel Kejari Lamongan, Dino Kriesmiardi kepada Surya.co.id, Selasa (9/7/2019).

Sudah ada sejumlah saksi dari awak KPU yang sudah dimintai keterangan terkait dugaan korupsi dana hibah.

Ditambahkan, mulai Senin (8/7/2019), sudah ada saksi yang diperiksa dan semua berjalan sesuai jadwal.

Dino memastikan ada dugaan korupsi mencapai hampir Rp 1 miliar.

Hanya saja di sisi mana saja uang yang dikorupsi, pihaknya belum bisa membeberkannya.

"Jelas - jelas, dugaan korupsi itu ada. Mencapai hampir satu miliar," katanya.

Saat ini Kejari Lamongan telah melakukan penyelidikan dugaan korupsi dan memeriksa pegawai KPU terkait, dana hibah Pilkada Serentak 2015.

Nominal pastinya belum bisa disebutkan. Sementara terendus hampir mencapai Rp 1 miliar.

Ditanya siapa saja yang dimintai keterangan, Dino mengatakan belum bisa diungkapkan. Yang jelas, lanjutnya, ada sejumlah orang KPU yang akan dimintai keterangan.

"Dalam minggu ini kami akan memeriksa dari pihak KPU. Terkait siapa dan kapan pemeriksaan masih belum bisa kami sebutkan," katanya.

Dugaan korupsi itu apakah termasuk dana untuk pembangunan dalam Kantor KPU. Secara diplomatis, Dino mengatakan pendalaman pemeriksaan itu akan dilakukan Pidsus.

"Pidsus-pidus nanti yang mendalami," ungkapnya.

Dino kembali memastikan kepada Surya.co.id, kalau dalam penanganan perkara ini pihaknya telah menemukan adanya dugaan korupsi dana hibah ke KPU untuk Pilkada serentak 2015 lalu.

Sementara itu, mantan Ketua KPU Lamongan 2015, Imam Ghozali dikonfirmasi mengatakan pihaknya belum ada panggilan dari kejaksaan.

"Belum, belum ada," katanya.

Apakah sudah tahu ada persoalan dugaan korupsi yang kini sedang ditangani kejaksaan, Imam Ghozali mengakui sudah mendengarnya.

Imam Ghozali meminta untuk menanyakan masalah ini ke Sekretaris KPU.

"Coba mas tanyakan langsung ke sekretaris," pintanya.

Sementara itu Ketua KPU Lamongan, Mahrus Ali mengatakan, ada pegawai KPU yang sudah dipanggil Kejaksaan diduga terlibat.

"Jadwalnya kemarin ada pemanggilan dari Kejaksaan," katanya.

Namun sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan tersebut. Lantaran sejak pagi berada di acara Pemprov.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved