Sambang Kampung RW 9 Rungkut Asri Timur

Warga Buat Suasana Lingkungan Asri lewat Beragam Ruang Terbuka Hijau

Chairul Anam, Sekretaris RW mengungkapkan upaya warga perumahan mempertahankan fasilitas umum sebagai ruang terbuka hijau.

Warga Buat Suasana Lingkungan Asri lewat Beragam Ruang Terbuka Hijau
SURYAOnline/sulvi sofiana
Anak-anak warga Rungkut Asri Timur bermain di ruang-ruang terbuka hijau. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Lingkungan perumahan kerap minim ruang terbuka hijau. Apalagi di wilayah perkotaan yabg harga tanahnya melambung tinggi jika digunakan sebagai bangunan.

Namun, hal ini tak terlihat di wilayah perumahan Rungkut Asri Timur, yang merupakan wilayah RW IX Kelurahan Rungkut Kidul Kecamatan Rungkut.

Chairul Anam, Sekretaris RW mengungkapkan upaya warga perumahan mempertahankan fasilitas umum yang ada sebagai ruang terbuka hijau tak lepas dari kesadaran masyarakat.

Pasalnya, warga kompak menginginkan lingkungan yang sehat dan asri meskipun lokasi rumahnya berdekatan dengan jalan raya.

"Di Kota besar perbandingan lahan terbuka dengan rumah harusnya 40 persen rumah banding 60 persen Ruang Terbuka Hijau tapi banyak yang dilanggar. Kami berusaha tetap menjaga RTH yang ada, bukan masalah banjir tapi kualitas udara yang kami hirup sehari-hari,"ujarnya.

Pemanfaatan RTH ini dilakukan warga dengan membuat pojok-pojok taman tiga, bahkan lahan khusus untuk taman toga dan hutan lindung.

Berbekal bibit swadaya masyarakat dna bantuan kelurahan. Warga memiliki aneka tanaman toga dan tanaman buah dalam pot.

"Kalau hutan lindung itu awalnya warga secara individu merawat pohon-pohon di lahan kosong. Kemudian warga lain tergerak ikut dan difasilitasi juga dengan RW,"urainya.

Hutan lindung ini menurutnya terlihat seberti kebun dengan banyak pohon tinggi. Di dalamnya juga ditanam tanaman toga, serta sejumlah tempat duduk yang bisa dijadikan tempat istirahat warga yang ingin melepas lelah di tempat terbuka.

"Imbasnya setiap warga sekarang juga punya tanaman di rumahnya, saya sendiri punya banyak tanaman toga dan sayuran,"urainya.

Dengan banyaknya tanaman yang dimiliki di kampung, hal ini juga mendekatkan warga dengan saling berbagi kebutuhan sayur untuk dimasak.

"Di tempat pak RW juga ada belimbing, ada tongkat buat ngambil dari luar pagar memang untuk warga,"lanjutnya.

Iapun paling senang saat musim mangga, karena hampir semua rumah memiliki mangga dari beragam jenis. Sehingga warga sering saling memberi buah mangga saat panen.

"Anak-anak juga senang main di ruang-ruang terbuka hijau yang memang kami pasang tempat bersantai atau gazebo juga,"pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved