Investor Portugal Tertarik Investasi Penyaluran Air Bersih di Jalur Umbulan

Dikatakan gubernur Jatim, kedatangan investor asal Portugal tersebut cocok dengan kebutuhan Jawa Timur saat ini.

Investor Portugal Tertarik Investasi Penyaluran Air Bersih di Jalur Umbulan
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kedatangan tamu Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah dan Organisasi Kerjasama Islam Alwi Shihab yang membawa investor dari Portugal, Senin (8/7/2019). Mereka tertarik untuk berinvetasi di bidang water system di Jawa Timur 

SURYA.co.id | SURABAYA - Program perluasan jaringan air bersih Jawa Timur dengan menguatkan jalur umbulan yang membutuhkan investasi senilai Rp 4,9 trilliun mulai menemui titik terang.

Hari ini, Senin (8/7/2019), Pemerintah Jawa Timur kedatangan tamu Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah dan Organisasi Kerjasama Islam Alwi Shihab yang membawa investor dari Portugal.

Mereka tertarik untuk berinvetasi di bidang water system di Jawa Timur.

Kedatangan Alwi Shihab bersama investor Portugal tersebut disambut langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dikatakan gubernur perempuan pertama Jawa Timur tersebut, kedatangan investor tersebut cocok dengan kebutuhan Jawa Timur saat ini.

"Perubahan Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) menjadi PT Perseroan Daerah kita butuh investasi cukup besar, yaitu Rp 4,9 trilliun. Kebetulan Pak Alwi bawa investor dari Portugal yang ternyata tertarik masuk berinvestasi di bidang water system, sekarang ini mereka mau langsung melihat ke kantor PDAB," kata Khofifah usai pertemuan.

Khofifah menjelaskan bahwa saat ini modal dari Pemprov untuk perseroan itu hanya Rp 700 miliar. Angka ini tentu tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan investasi perluasan jaringan air umbulan senilai Rp 4,9 triliiun. Sehingga sangat diharapkan ada keterlibatan investor.

Sebab penguatan jalur Umbulan ini ditegaskan mantan Menteri Sosial itu akan digunakan untuk mengaliri air bersih di lima kabupaten kota. Yaitu Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo. Total akan ada sebanyak 1,3 juta penduduk yang akan bisa mendapatkan manfaat jika penguatan jalur Umbulan ini bisa rampung.

"Maka dengan kondisi kebutuhan kita tersebut, dan di saat yang sama Pak Alwi membawa calon investor dari Portugal ke sini, maka menurut kami ini timing(waktu)-nya sangat tepat. Supaya layanan pemenuhan air bersih di lima kabupaten kota tersebu bisa segera dioperasikan," tegas Khofifah.

Pertemuan selama satu jam tersebut berjalan konstruktif. Begitu pertemuan selesai, para rombongan calon investor dari Portugal itu langsung diajak Pemprov untuk bertandang ke kantor PDAB untuk melihat kebutuhan perangkat apa saja yang dibutuhkan supaya bisa ditindaklanjuti oleh pihak investor.

Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah dan Organisasi Kerjasama Islam, Alwi Shihab menyebutkan tindak lanjut dari pihak investor akan segera dilakukan. Terutama setelah peninjauan ke PDAB Jawa Timur.

"Mereka (calon investor) juga akan mengirimkan tim, dan akan dibicarakan secara detail dalam tim itu kerjasama yang mungkin dilakukan dan akan diajukan mekanisme pengajuan proposal kerjasama terkait kira-kira apa yang bisa dilakukan," tegas Alwi.

Tim dari Portugal itu juga rencananya akan mengirimkan technical assistant untuk menindaklanjuti rencana investasi di bidang pengelolaan air dan distribusi air Jawa Timur ini.

Tidak hanya itu, Alwi Shihab juga menjelaskan bahwa dalam pertemuan sore ini, juga turut mebahas rencana investasi di bidang selain water system. Masih dari Portugal, akan ada tim juga yang akan segera merapat ke Jawa Timur untuk membicarakan rencana investasi di bidang pariwisawa.

"Provinsi Jawa Timur ini juga berpotensi untuk kerjasama dengan pihak luar. Bukan hanya Mandalika saja, bukan Bali saja, tapi juga Jawa Timur. Ada Banyuwangi, Pacitan, Madura yang juga menarik investor untuk ikut membantu," tegas Alwi.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved