Breaking News:

Liputan Khusus

Dispora Kota Surabaya : Izin Pemakaian Sirkuit GBT Tidak Ribet

Edi pun menjelaskan mengenai ketentuan proses izin surat menyurat pemakaian sirkuit Gelora Bung Tomo untuk latihan.

surya.co.id/ahmad zaimul haq
Lintasan balap Sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, diabadikan dengan drone, Rabu (3/7/2019). 

Terpenting, lanjut dia, selama proses perizinan hingga latihan di sirkuit harus memakai peralatan standar balap.

Ini dimaksud agar safety mengantisipasi cedera apabila terjatuh saat latihan di sirkuit.

Alangkah baiknya, klub otomotif di Surabaya yang memakai sirkuit untuk latihan harus ada mobil ambulans.

“Harus ada ambulans sesuai SOP, kan standarnya begitu. Ikuti saja. Kalau ada ada kejuaran ya harus pakai kita, juga punya (ambulans),” ucapnya.

Ditambahkannya, cita-cita Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membuat sirkuit Gelora Bung Tomo ini saat bertemu anak-anak di jalan yang cita-citanya jadi pembalap.

Kemudian, muncul ide itu hingga terealisasi pembangunan sirkuit pada 2016.

Menanggapi keluhan dari anak-anak otomotif terkait izin pemakaian sirkuit, ia mencontohkan yang ribet itu mungkin seperti pelaksanaan Kejurnas.

Itu bukan kewenangan Dispora. Kalau Dispora sebatas memberikan izin jika sirkuit itu bisa dipakai.

“Kalau izin yang lain kan saya tidak tahu, ribetnya mungkin di situ. Enggak kok, pakai saja (sirkuit) sampaikan tidak ribet,” pungkasnya. (Mohammad Romadoni/Danendra)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved