Liputan Khusus

Dispora Kota Surabaya : Izin Pemakaian Sirkuit GBT Tidak Ribet

Edi pun menjelaskan mengenai ketentuan proses izin surat menyurat pemakaian sirkuit Gelora Bung Tomo untuk latihan.

surya.co.id/ahmad zaimul haq
Lintasan balap Sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, diabadikan dengan drone, Rabu (3/7/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya Edi Santoso mengatakan, fasilitas lintasan balap di sirkuit Gelora Bung Tomo gratis alias tanpa dipungut biaya.

“Kebanyakan yang memakai sirkuit itu adalah klub otomotif yang ada di Surabaya,” ujarnya pekan lalu.

Edi memaparkan, semenjak sirkuit Gelora Bung Tomo dibangun secara bertahap 2016 hingga 2017, terbukti balapan liar di jalan raya berkurang.

Bahkan, nyaris tidak ada aktivitas kebut-kebutan di jalan raya.

“Inilah hasil yang ingin diraih Pemkot Surabaya setelah ada sirkuit jarang dan sudah tidak ada balapan liar,” paparnya.

Edi pun menjelaskan mengenai ketentuan proses izin surat menyurat pemakaian sirkuit Gelora Bung Tomo untuk latihan.

Jika ada perorangan atau klub otomotif yang ingin memakai sirkuit itu, maka harus membuat surat izin yang ditujukan pada Dispora Surabaya.

“Tinggal buat surat permohonan latihan di sirkuit Gelora Bung Tomo sudah itu saja dan gratis,” terangnya.

Dia membantah terkait adanya pengurusan surat izin permohonan pemakaian sirkuit Gelora Bung Tomo ribet dan banyak aturannya.

“Yang bilang ribet siapa suruh ke ruanganku, ya izin ke Dispora. Tidak ada ribet, pakai saja,” tegasnya.

Terpenting, lanjut dia, selama proses perizinan hingga latihan di sirkuit harus memakai peralatan standar balap.

Ini dimaksud agar safety mengantisipasi cedera apabila terjatuh saat latihan di sirkuit.

Alangkah baiknya, klub otomotif di Surabaya yang memakai sirkuit untuk latihan harus ada mobil ambulans.

“Harus ada ambulans sesuai SOP, kan standarnya begitu. Ikuti saja. Kalau ada ada kejuaran ya harus pakai kita, juga punya (ambulans),” ucapnya.

Ditambahkannya, cita-cita Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membuat sirkuit Gelora Bung Tomo ini saat bertemu anak-anak di jalan yang cita-citanya jadi pembalap.

Kemudian, muncul ide itu hingga terealisasi pembangunan sirkuit pada 2016.

Menanggapi keluhan dari anak-anak otomotif terkait izin pemakaian sirkuit, ia mencontohkan yang ribet itu mungkin seperti pelaksanaan Kejurnas.

Itu bukan kewenangan Dispora. Kalau Dispora sebatas memberikan izin jika sirkuit itu bisa dipakai.

“Kalau izin yang lain kan saya tidak tahu, ribetnya mungkin di situ. Enggak kok, pakai saja (sirkuit) sampaikan tidak ribet,” pungkasnya. (Mohammad Romadoni/Danendra)

Sumber: Surya Cetak
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved