Berita Tulungagung

4 CJH Tulungagung Meninggal Dunia dan 10 Orang Ditunda

Kemenag Kabupaten Tulungagung, Ngudiono, mengingatkan para CJH untuk menjaga kondisi tubuh dan disarankan minum satu gelas air setiap 1 jam

4 CJH Tulungagung Meninggal Dunia dan 10 Orang Ditunda
surya/david yohanes
Plt Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, menyalami CJH saat pelepasan, Senin (8/7/2019). 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tulungagung, Ngudiono, mengingatkan para Calon Jamaah Haji (CJH) untuk menjaga kondisi tubuh dan disarankan untuk minum satu gelas air setiap 1 jam selama di Tanah Suci. Sebab menurut perkiraan, suhu saat pelaksanaan ibadah haji mencapai 52 derajat celcius.

“Yang harus diwaspadai adalah saat di luar hotel dan dalam perjalanan. Karena kalau di hotel kan ada AC,” ujar Ngudiono, Senin (8/7/2019).

Selain itu setiap CJH juga diminta untuk mempersiapkan obat yang biasa dikonsumsi, khususnya untuk flu dan batuk. Secara umum kondisi CJH Tulungagung dianggap sangat bagus, namun ada juga yang tidak bisa jalan karena faktor usia maupun stroke.

“Sejak pelunasan sudah kami sarankan, rajin jalan kaki untuk menjaga kondisi. Yang awalnya tidak pernah jalan kaki, jadi rajin jalan kaki,” sambung Ngudiono.

CJH tertua dari Tulungagung adalah Mutinah yang berusia 94 tahun, asal Desa Batokan, Kecamatan Ngantru.

Sedangkan yang termuda adalah M Prayoga Diana Putra, berusia 19 tahun, warga Perum Puri Permata Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung.

Jumlah CJH Tulungagung sebanyak 1.410 orang.

Ngudiono memaparkan, pelunasan tahap pertama sebanyak 1143 orang, pelunasan tahap 2 sebanyak 246 orang, pelunasan tahap 3 sebanyak 6 orang dan TPHD 5 orang.

Kemudian ada mutasi masuk antar kota dalam provinsi sebanyak 28 orang, dan mutasi antar provinsi/embarkasi 2 orang.

Sedangkan mutasi keluar antar kota dalam provinsi 14 orang.

Jumlah CJH bartal berangkat sebanyak 14 orang, dengan rincian 10 orang ditunda dan 4 meninggal dunia.

Jumlah cadangan CJH sebanyak 19 orang.

Nantinya 6 orang CJH di kloter 32 akan bergabung dengan CJH asal Blitar.

Sedangkan 66 orang CJH di kloter 36 akan bergabung dengan Kediri.

“Khusus kloter 33,34 dan 35 utuh, sepenuhnya berasal dari Kabupaten Tulungagung,” pungkas Ngudiono.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved