Berita Pasuruan

Selain Pasar Lesu, ini Alasan Perajin Mebel di Kota Pasuruan yang Banting Setir Jadi Pelukis Kayu

Kukuh Kuniawai, adalah salah satu perajin mebel yang banting setir. Ia kini, beralih menjadi pelukis kayu.

Selain Pasar Lesu, ini Alasan Perajin Mebel di Kota Pasuruan yang Banting Setir Jadi Pelukis Kayu
SURYAOnline/galih lintartika
Kukuh Kuniawi menunjukkan contoh lukisan kayu, Minggu (7/7/2019). 

SURYA.co.id | PASURUAN  - Banyak perajin mebel di sentra pasar mebel bukir Kota Pasuruan belakangan ini mengalami masa - masa sulit. Banyak yang mengeluhkan kondisi pasar yang lesu.

Bahkan, tak banyak dari mereka yang memilih banting setir mencari usaha lain karena tak kuat bertahan dengan kondisi pasar mebel yang guncang.

Para perajin harus mencari usaha yang diminati pasar saat ini. Kukuh Kuniawai, adalah salah satu perajin mebel yang banting setir. Ia kini, beralih menjadi pelukis kayu.

Ia memanfaatkan kayu sisa barang mebeler untuk bahan lukisan dari kayu. Pelan tapi pasti, ia pun mulai merangkak kembali. Kehidupannya pun perlahan terus membaik.

"Lukisan kayu lebih diminati pasar dan laku di semua pasar khususnya pasar lokal hingga komoditi untuk ekspor bersama kerajinan lain seperti jam dinding dari kayu dan jam duduk untuk hiasan," Kata Kukuh Kunawi.

Selain Kukuh, Lukisan kayu juga dikerjakan oleh Saiful Huda perajin yang juga dari kelurahan Randusari, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

"Kalau lukisan baru sekitar berjalan satu tahun dan kerajinan tangan seperti Jam dinding dan jam duduk dari kayu limbah sudah semenjak beberapa tahun yang lalu dan sebagian sudah di ekspor ke luar Negeri melalui pasar wisata Di Bali," Jelas Kukuh.

Dari kerajinan lukisan kayu, kukuh mengaku omsetnya setiap bulan bisa mencapai hingga puluhan juta rupiah. Harga lukisan kayu buatannya, dijual mulai ratusan ribu rupiah hingga dua juta rupiah untuk setiap lukisan.

"Untuk jam dinding dan jam duduk serta kerajinan lainya kami jual dikisaran Rp. 150.000 hingga Rp.1.500.000 tergantung jenis dan bentuk serta kualitas jam dinding kayu," imbuhnya.

Kerajinan limbah kayu jenis jati memang terbawa arus. Daya jualnya pun meroket. Banyak orang yang suka dengan kerajinan kayu buatannya bersama mantan perajin mebel lainnya.

"Saat ini kami sedang mengerjakan pesanan lukisan kayu Bapak Presiden terpilih Joko Widodo bersama Bapak Wakil Presiden K.H Makruf Amin," tambahnya.

Lukisan kayu yang dibuat oleh Kukuh dan Saiful bersama pemuda kelurahan Randusari pernah mengerjakan pesanan lukisan kayu dari Kapolres Mojokerto dan logo Nahdlatul Ulama (NU).

"Lebih baik kondisinya. Dan relatif lebih mudah membuatnya. Serbuk kayu kami tata sesuai dengan pesanannya. Pasarnya lebih jelas daripada mebel," pungkas dia. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved