Khofifah Salurkan Air Bersih Untuk Ponorogo yang Kekeringan Akibat Kemarau Panjang

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberi bantuan air bersih untuk warga desa di Ponorogo yang dilanda kekeringan.

Khofifah Salurkan Air Bersih Untuk Ponorogo yang Kekeringan Akibat Kemarau Panjang
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Banyuripan Kecamatan Slaung Kabupaten Ponorogo, Minggu (7/7/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Musim kemarau panjang yang melanda 24 kabupaten di Jawa Timur segera diantisipasi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Sore ini, Minggu (7/7/2019), gubernur perempuan pertama Jawa Timur tersebut meninjau desa di Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo yang mengalami kekeringan cukup parah akibat kemarau panjang.

Sejak akhir Mei lalu, sebanyak 60 KK 200 jiwa di desa yang ada di atas bukit tersebut harus turun bukit sejauh dua kilometer untuk mencari air bersih yang bisa digunakan untuk mandi, makan, minum dan memasak.

Atas kondisi ini, Khofifah bersama Sekdaprov Jawa Timur Heru Tjahjono, dan jajaran meninjau langsung desa tersebut dan menyalurkan bantuan. Sebanyak 200 rit dari sepuluh mobil tangki air berkapasitas 6.000 liter disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih untuk desa Banyuripan.

"Ini bagian dari ikhtiar kita bagaimana bisa men-support masyarakat yang mengalami kemarau panjang. Karena ini prediksinya kemarau puncaknya akan jatuh di bulan Agustus, maka kita kini melakukan antisipasi sinergis dengan Pemkab Ponorogo," tegas Khofifah.

Sejumlah mobil tangki air itu akan standby di atas bukit di desa mereka agar warga di sana merasa mendapatkan kepastian bahwa air akan terus disuplai oleh pemerintah. Kalaupun habis akan ada mobil yang datang dan melakukan pengisian ulang atau refill.

"Mereka akan tenang dan cukup menunggu di sini. Ini upaya kita mendekatkan layanan ke masyarakat," tambahnya.

Pemprov Jawa Timur sendiri juga akan menambahkan tangki air jika warga dan Pemkab menyatakan kekurangan. Pemprov siap menambahkan mobil tangki selain 200 rit yang sudah dikirim mulai hari ini.

Selain itu dalam mengantisipasi puncak kemarau Agustus mendatang kini Pemprov tengah melakukan uji coba pengeboran sumur di jarak 2 kilometer dari desa ini.

"Kalau sudah berhasil uji cobanya maka akan segera dilakukan pipanisasi. Jaringan pipanisasi itu akan disambungkan langsung ke Banyuripan ini," tegas gubernur yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

Sementra itu Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengatakan saat ini di Ponorogo ada sebanyak 12 desa yang mengalami kekeringan. Dan kondisi ini selalu berulang setiap tahun. Sebalumnya ada 18 desa malah yang mengalami kekeringan.

"Kita sudah mengupayakan dengan pengeboran namun beljm juga bertemu sumber air," katanya. Beberapa upaya lain juga gagal lantaran ternyata debit sumber airnya yang kecil. Pihaknya berharap Pemprov Jawa Timur bisa melakukn upaya membantu menyalurkn air bersih ke Banyuripan.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved