Berita Entertainment

Gejala Kanker Paru-paru yang Diidap Sutopo Purwo hingga Meninggal Dunia, Sering Tak Disadari

Kepala Pusdatinmas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengidap kanker paru-paru hingga akhirnya meninggal dunia, berikut gejalanya yang sering tak disadari

Instagram.com/sutopopurwo
Kepala Pusdatinmas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho 

Ini adalah senyawa yang banyak digunakan sebagai bahan isolasi termal dan akustik.

Serat mikroskopis dari asbes yang terlepas ke udara bisa terhirup dan masuk ke paru-paru.

Serat asbes dapat bertahan seumur hidup di jaringan paru-paru.

Para pekerja asbes yang tidak merokok memiliki risiko besar bisa terkena kanker paru-paru.

4. Keturunan

Selain merokok, faktor lain yang tak bisa dihilangkan adalah genetik individu.

Sejumlah penelitian menunjukkan jika kanker paru-paru lebih mungkin terjadi pada mereka yang punya kerabat penderita kanker.

5. Polusi udara

Polusi ini bisa didapatkan dari kendaraan, industri, dan pembangkit listrik.

Diperkirakan hingga 2000 kematian akibat kanker paru-paru per tahun disebabkan oleh pernapasan udara yang tercemar.

Pencemaran ini memiliki risiko sama besarnya dengan mereka yang perokok pasif

Seperti diketahui, Sutopo Purwo meninggal dunia di Guangzhou, China, Minggu (7/7/2019), pukul 02.20 waktu setempat atau 01.20 WIB.

Dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Kepala Pusdatinmas BNBP Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia di China', informasi duka tersebut beredar melalui pesan singkat WhatsApp.

"Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un. Telah Berpulang ke Rahmatullah Bapak Sutopo Purwo Nugroho, pada hari Minggu, 7 July 2019, sekitar pukul 02.20 waktu Guangzhou atau sekitar pukul 01.20 WIB," pesan yang beredar di grup WhatsApp.

"Iya, benar (informasi yang menyebutkan Bapak Sutopo meninggal dunia)," kata Kepala Subbagian Tata Usaha Pusdatinmas BNBP, Yahya Djunaid saat dikonfirmasi, Minggu (7/7/2019).

Hingga saat ini, Yahya masih menunggu informasi lebih lanjut dari keluarga Sutopo.

"Mungkin setelah Subuh baru ada informasi (lengkapnya)," kata Yahya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Humas BNPB Rosita mengatakan kabar meninggalnya Sutopo diterimanya dari pihak keluarga secara langsung dari istri Sutopo maupun melalui akun twitter putranya.

"Pak Sutopo meninggal dunia saat sedang menjalani pengobatan penyakit kanker yang dideritanya di St Stamford Modern Cancer Hospital, Guangzhou, China, sejak 15 Juni 2019 yang lalu. Kanker yang dideritanya telah menyebar ke tulang dan beberapa organ vital tubuh," kata Rita dalam keterangannya yang diterima Tribunnews.com, Minggu (7/7/2019) pagi.

Rita mengatakan, sejak Sutopo divonis kanker Desember akhir 2017, Sutopo masih terus gigih dalam melakukan upaya pengobatan maupun dalam menginformasikan berbagai kejadian bencana yang terjadi di Indonesia selama 2018 hingga pertengahan 2019.

Bahkan Sutopo masih sempat melakukan konferensi pers secara bersinambungan pada saat terjadi bencana gempabumi Lombok dan gempabumi Palu ditengah rasa sakit yang menderanya.

"Kami, kita semua merasa kehilangan Pak Sutopo. Sosok yang terdepan dan gigih dalam menyampaikan informasi bencana di Indonesia. Semoga amal ibadah almarhum selama hidupnya diterima di sisi Allah SWT dan bagi keluarga yang ditinggalkan agar tabah dan sabar dalam menghadapi musibah ini," kata Rita.

Sebelumnya, Sutopo bertolak ke Guangzhou, China untuk berobat penyakit kanker paru selama sebulan.

Hal itu disampaikan Sutopo dalam akun Instagram miliknya, @sutopopurwo pada Sabtu (15/06/2019).

"Hari ini saya ke Guangzou untuk berobat dari kanker paru yang telah menyebar di banyak tulang dan organ tubuh. Kondisinya sangat menyakitkan sekali," kata Sutopo di akun Instagram tersebut.

Sutopo telah menjalani serangkaian perawatan kesehatan di sejumlah rumah sakit (RS) karena kanker paru-paru yang diidapnya.

Ia divonis kanker paru-paru pada 17 Januari 2018.

Semenjak vonis itu, dia masih aktif menjalani tugas-tugasnya untuk menginformasikan berita-berita kebencanaan kepada media.

Baru beberapa minggu belakangan ini, Sutopo sudah tidak aktif lagi di grup WhatsApp media selepas pamit kepada rekan-rekan wartawan untuk fokus berobat.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved