Berita Jombang

Penghancuran HP Pakai Palu di MAN di Jombang Jadi Viral di Medsos, Ini Jawaban Pihak Sekolah

Sebuah video berisi tentang penghancuran handphone (HP) di MAN 3 Jombang beredar luas melalui media sosial

Penghancuran HP Pakai Palu di MAN di Jombang Jadi Viral di Medsos, Ini Jawaban Pihak Sekolah
tangkapan layar
Video berisi tentang penghancuran handphone di MAN 3 Jombang beredar luas melalui media sosial 

SURYA.co.id | JOMBANG - Sebuah video berisi tentang penghancuran handphone (HP) di MAN 3 Jombang beredar luas melalui media sosial. Penghancuran itu disaksikan para guru dan seluruh murid di halaman sekolah.

Pihak sekolah membenarkan peristiwa itu di MAN 3 Jombang yang notabene berada di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas Jombang.

Alasan penghancuran, karena sudah menjadi peraturan di pondok pesantren. Seluruh anak didik diharamkan memakai handphone selama menempuh pendidikan.

Dalam video tersebut terdapat tiga pria berpeci hitam dan mengenakan kaus. Di hadapannya sebuah meja yang penuh dengan handphone. Sejurus kemudian salawat burdah berkumandang. Seiring dengan itu, tiga pria berpeci mengayunkan martil berkali-kali ke arah deretan smartphone yang ditata sedemikian rupa.

Waka Kesiswaan MAN 3 Jombang, Syifak Malik membenarkan kejadian yang terekam video tersebut berada di lembaga.

Itu dilakukan saat masa orientasi siswa beberapa waktu lalu. handphone yang dihancurkan menggunakan palu adalah hasil rampasan dari siswa.

Pemusanahan itu, lanjut Syifak, merupakan bentuk transparansi atas barang-barang yang disita sekolah.

"Sekaligus untuk menghindari fitnah. Makanya, penghancuran HP ini disaksikan seluruh guru dan murid," kata Syifak ketika dikonfirmasi Surya.co.id, Sabtu (6/7/2019).

Syifak yang juga Sekretaris Yayasan Bahrul Ulum ini menjelaskan, peraturan tentang larangan membawa HP selama menempuh pendidikan di pesantren sudah lama diterapkan. Bahkan, wali santri juga menyepakati aturan tersebut.

"Makanya kami tidak mempermasalahkan jika ada pihak luar yang mengkritik kebijakan ini. Karena hal tersebut merupakan kearifan lokal yang dibangun oleh yayasan. Proses belajar santri akan terganggu jika masih memakai HP," pungkas Syifak.

Penulis: Sutono
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved