Berita Banyuwangi

Garap Crossborder Tourism hingga Desa Wisata, Apkasi Kolaborasi dengan Kemenpar

Seusai dipercaya menjadi Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas

Garap Crossborder Tourism hingga Desa Wisata, Apkasi Kolaborasi dengan Kemenpar
SURYA.co.id/Haorrahman
Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas 

SURYA.co.id | Banyuwangi  - Seusai dipercaya menjadi Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, bakal menjalin kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk mengembangkan berbagai sektor pariwisata di daerah mulai pariwisata lintas batas negara (crossborder tourism), homestay, sampai desa wisata.

"Apkasi mendukung program-program Kemenpar, sehingga ke depan kebijakan pariwisata nasional bisa semakin punya instrumen pelaksanaan yang efektif dan saling dukung di daerah di mana Apkasi beranggotakan lebih dari 400 kabupaten," ujar Anas, Sabtu (6/7)

Acara penutupan itu dihadiri Ustaz Yusuf Mansur, CEO Bukalapak Achmad Zaky, dan jajaran pejabat Kementerian Pariwisata.

“Pengembangan kolaborasi pariwisata ini sekaligus bagian dari strategi mendorong pemajuan seni-budaya daerah, karena semakin kuat konten kearifan lokalnya, semakin kuat pula daya tariknya untuk pengunjung,” imbuh Anas.

Anas memaparkan, sejumlah hal yang dikolaborasikan antara lain crossborder tourism, desa wisata, dan homestay.

“Untuk crossborder tourism, saya sudah sampaikan ke Pak Menteri, pilot project kerja sama ini akan dibuat di beberapa kabupaten, misalnya salah satunya Kabupaten Belu, NTT. Wisata lintas batas negara ini bisa ikut mengungkit perekonomian kabupaten tersebut, yang wilayah perbatasannya telah dibangun oleh pemerintah pusat dengan ikon-ikon yang menarik,” ujarnya.

Menurut Anas, strategi crossborder tourism yang diinisiasi Kemenpar harus disambut oleh Apkasi karena akan sangat mendukung pengembangan kabupaten-kabupaten yang menjadi perbatasan negara. Pasarnya datang dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Papua Nugini, dan Timor Leste.

“Sudah banyak kisah sukses crossborder tourism. Perancis misalnya, sekitar 50% wismannya diperoleh dari negara yang berbatasan dengannya. Di Belgia,sekitar 51% wismannya didapat dari border tourits.Di Thailand sekitar 45% wismannya berasal dari border tourists.Di Malaysia angkanya lebih tinggi lagi di mana sekitar 60% wismannya berasal dari negara tetangganya,” jelas Anas.

“Maka ini kesempatan bagi kabupaten terdepan untuk menjadi mesin penyedot wisatawan mancanegara, yang otomatis akan menggerakkan ekonomi kabupaten itu,” imbuh Anas yang juga bupati Banyuwangi.

Adapun terkait pengembangan desa wisata,
Apkasi berkolaborasi dengan Kemenpar untuk menyukseskan program desa wisata sesuai visi Presiden Jokowi untuk membangun bangsa dari pinggiran, termasuk desa dengan memanfaatkan budaya, alam, dan kreativitas warganya.

“Apkasi siap menyukseskan target 2.000 Desa Wisata Mandiri yang dicanangkan pemerintah pusat. Bukan hanya desa wisata rintisan, berkembang, dan maju, tapi sudah mengarah ke mandiri,” jelas Anas.

Di Indonesia, total ada sekitar 83.000 desa/setingkat desa. Dari jumlah itu, sudah dihitung oleh tim di pemerintah pusat, kira-kira 10 persennya berpotensi menjadi desa wisata. “Itu tugas bersama Apkasi, kami para bupati, dan nanti kolaborasi dengan Kemenpar dan pemerintah provinsi,” ujar Anas.

Terkait pengembangan homestay, Anas menambahkan, fokusnya adalah mengangkat kearifan arsitektur khas lokal untuk diimplementasikan dalam homestay-homestay dengan pendampingan Kemenpar.

“Di Kemenpar sudah ada ribuan kamar penduduk di desa-desa yang diaktivasi menjadi homestay. Juga ada arsitektur khas lokal yang diusung sehingga jadi daya tarik. Nah itu akan dikerjasamakan Apkasi agar merata ke semakin banyak kabupaten di Tanah Air,” pungkas Anas

Penulis: Haorrahman
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved