Berita Surabaya

Sidang Akibat Vlog 'Generasi Muda NU Penjilat' Ditunda Lagi, Gus Nur: Maunya Sampean Apa?

Gus Nur dilaporkan karena vlog dengan judul 'Generasi Muda NU Penjilat'. Vlog itu diunggah Gus Nur di youtube pada 20 Mei 2018

Sidang Akibat Vlog 'Generasi Muda NU Penjilat' Ditunda Lagi, Gus Nur: Maunya Sampean Apa?
TribunJatim.com/Syamsul Arifin
Gus Nur bersama kuasa hukumnya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

SURYA.co.id | SURABAYA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya kembali menunda sidang kasus dugaan pencemaran nama baik yang menjerat terdakwa Gus Nur.

Penundaan ini dikarenakan saksi dari pihak JPU tak dapat hadir.

Gus Nur pun mengaku kecewa, ia mengatakan dengan tak hadirnya sejumlah saksi dari JPU ini, kasus yang menimpanya kini semakin berlarut-larut.

Ia pun mempertanyakan keseriusan pihak pelapor yang telah menjeratnya hingga ke tingkat pengadilan kini, yang menurutnya malah tak menunjukan itikad untuk segera menyelesaikan masalah secara hukum.

"Alhamdulillah molor lagi, ditunda lagi. Saya tanya kepada yang melaporkan saya, maunya sampean apa? Begitu nafsunya melaporkan saya sampai pengadilan, sampai banyak sekali yang saya korbankan, tapi ternyata dari pihak sampean begini ini, maksudnya apa?" ujarnya setelah jalani sidang, Kamis, (4/7/2019)

Kuasa hukum Gus Nur, Ahmad Khozinudin, juga mengaku prihatin penundaan sidang kliennya ini.

Pasalnya, kata Ahmad hal ini telah terjadi dua kali.

"Kami prihatin karena kami telah menyediakan waktu dua minggu pada penundaan dua minggu lalu, dengan harapan waktu itu cukup untuk melakukan pemanggilan sampai memastikan saksi dan ahli bisa hadir," lanjutnya.

Menurutnya hal ini adalah preseden buruk penegakan hukum. Yang dirugikan pun kata dia bukan hanya kliennya, tapi juga majelis hakim yang waktunya terganggu untuk menangani banyak perkara lain.

"Kami menyayangkan hal ini berulang. Yang dirugikan bukan hanya kami, tapi majelis juga, karena beliau tentu memiliki agenda yang banyak, dan pemeriksaan perkara-perkara yang lain jadi terganggu," ujarnya.

Pihaknya pun sengaja meminta penundaan sidang berikutnya menjadi dua pekan, hal itu mereka ajukan asal JPU nantinya bisa menghadirkan seluruh saksi dan ahli. Sidang itu, juga akan menjadi kesempatan terkahir JPU.

Jika tak juga hadir, kata Ahmad, majelis hakim akan melanjutkan sidang berikutnya dengan aagenda pemeriksaan saksi meringankan dan ahli dari pihak Gus Nur.

"Kami meminta hakim memberi waktu dua minggu lagi, ini adalah kesempatan terkahir kepada JPU, jika tidak bisa, maka dianggap gugur, maka giliran kami yang mengajukan saksi dan ahli meringankan klien kami," pungkas Ahmad.

Kasus Gus Nur ini berawal dari laporan ke polisi oleh koordinator Forum Pembela Kader Muda NU yang sekaligus Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim.

Gus Nur dilaporkan karena vlog dengan judul Generasi Muda NU Penjilat. Vlog itu diunggah Gus Nur di akun youtube pada 20 Mei 2018.

Gus Nur kini didakwa Pasal 45 ayat (3) jo. Pasal 27 ayat (3) UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved