Pilwali Surabaya 2020

Pengacara M Sholeh Siap Maju Pilwali Surabaya lewat Jalur Independen, 3 Hal ini Modal Utamanya

Pengacara M. Sholeh deklarasikan diri sebagai calon independen yang siap bertarung di Pilwali Surabaya 2020.

Pengacara M Sholeh Siap Maju Pilwali Surabaya lewat Jalur Independen, 3 Hal ini Modal Utamanya
surya/nuraini faiq
M Sholeh (kanan) dan timnya saat menunjukkan foto yang diduga bayi yang tertukar di RSUD Dr Soetomo beberapa waktu lalu. M Sholeh siap maju Pilwali Surabaya 2020 lewat jalur independen. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengacara M. Sholeh deklarasikan diri sebagai calon independen yang siap bertarung di Pilwali Surabaya 2020.

Bursa nama calon pengganti Risma sebagai Wali Kota Surabaya, kian memanas, setelah beberapa nama digadang baik dari kalangan politisi maupun birokrasi Pemkot. Kini muncul sosok baru M. Sholeh.

Pria berprofesi sebagai pengacara ini menyatakan siap bertarung berebut dukungan masyarakat Surabaya.

M. Sholeh mengaku memiliki tiga modal utama yang bisa jadi acuan dirinya pantas bertarung dalam hajatan lima tahunan itu.

"Pertama, modal politiknya adalah saya sudah dua puluh tahun lebih tinggal di Surabaya, mengadvokasi banyak warga yang merasa terdzolimi," jelasnya, Kamis (4/7/2019).

Sholeh juga menghadirkan beberapa warga yang pernah dibantuya dalam berbagai proses hukum,sebagai bukti bahwa ia benar-benar dekat dengan warga Surabaya.

Kedua, lanjutnya, ia yang notabene berdarah Madura karena lahir dari pasangan bersuku Madura, mengaku memiliki kedekatan dengan Warga Surabaya, yang juga dihuni banyak masyarakat Madura.

"Surabaya itu sekitar 15 persen warga Madura," tandas  M. Sholeh.

Selain itu, latar belakang pendidikannya yang ia tempuh di Ponpes Tebuireng Jombang juga disebut menjadi modal dirinya maju berebut kursi nomor satu di Surabaya.

"Ketiga kalau ini ngomong Nahdlatul Ulama, saya ini santri tebuireng," ujarnya.

Sehingga dari ketiga modal itu, ia mengaku haqqul yakin, memberanikan diri ikut berkontestasi sebagai pengganti Wali Kota Surabaya dua periode, Tri Rismaharini, yang dinilainya memiliki kemampuan yang jarang dimiliki oleh pemimpin lain.

"Paling utama adalah saya sudah banyak melakukan advokasi kepada masyarakat sehingga yakin Kota Surabaya butuh sosok pemimpin alternatif setelah Bu Risma karena sampai hari ini menurut saya masih belum ada tokoh yang akan mampu, jangankan menandingi, tiga puluh persen dari kemampuan Bu Risma itu belum ada," lanjut M. Sholeh

Ia melanjutkan, kalaupun ada nama-nama yang telah bermunculan, ia mengaku masih layak disejajarkan dengannya.

"Kalaupun nama-nama yang sudah beredar saya masih punya keyakinan beranilah kalau diadu. Bukan berarti saya orang hebat, tidak. Tetapi kami ingin mengajarkan kepada masyarakat kepada warga kota sekali lagi memilih pemimpin harus dilihat latar belakangnya bukan karena uang atau lainnya," tutupnya.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved