Berita Jember

Pedagang Tradisional Senang Pasar di Jember Semakin Modern

"Kalau pasar bagus dan tertata, pasti pasar tradisional tidak akan kalah dengan toko modern. Kami sangat menyambut baik revitalisasi ini,"

Pedagang Tradisional Senang Pasar di Jember Semakin Modern
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Bupati Jember Faida dan Wabup Jember A Muqit Arief (kopyah hitam) bersama pedagang di acara tasyakuran Nganyari Pasar, Kamis (4/7/2019) 

SURYA.co.id | JEMBER - Revitalisasi pasar tradisional di kabupaten Jember disambut baik oleh pedagang. Seperti yang diungkapkan oleh Bahrul, seorang pedagang Pasar Tegalbesar yang sekaligus ketua paguyuban pedagang di pasar tersebut.

"Kalau pasar bagus, apik dan tertata, pasti pasar tradisional tidak akan kalah dengan toko modern. Kami sangat menyambut baik revitalisasi pasar ini," kata Bahrul kepada Surya di sela-sela acara tasyakuran 'Nganyari Pasar' di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Kamis (4/7/2019).

Menurutnya, dulu Pasar Tegalbesar sepi. Namun berangsur-angsur, pasar di salah satu kelurahan di Kecamatan Kaliwates ini semakin hidup dan ramai. Apalagi setelah bangunan pasar bagus pasca direvitalisasi. Setelah direvitalisasi, pedagang juga ditata dan dikelompokkan berdasarkan jenis dagangan.

"Tentu kami harapkan lebih ramai lagi pembelinya, dan pedagang makin nyaman," imbuhnya.

Kamis (4/7/2019), Pemkab Jember mengundang sekitar 800 orang pedagang dari delapan pasar untuk mengikuti acara tasyakuran 'Nganyari Pasar'. 

Ratusan pedagang itu berasal dari delapan pasar yang selesai direvitalisasi memakai dana APBD Jember tahun 2018.

Delapan pasar itu adalah Pasar Tanjung (tahap 1), Pasar Tegalbesar Kecamatan Kaliwates, Pasar Bungur Kecamatan Patrang, Pasar Tegalboto Kecamatan Sumbersari, Pasar Petung Kecamtan Bangsalsari, Pasar Menampu Kecamatan Gumukmas, Pasar Umbulsari Kecamatan Umbulsari, dan Pasar Kecamatan Kalisat.

"Sekarang merupakan tasyakuran 'nganyari pasar' gelombang kedua, sebelumnya gelombang pertama sudah tiga pasar. Hari ini kami mengundang sekitar 800 orang pedagang," ujar Bupati Jember, Faida.

Kepada pedagang pasar dari delapan pasar itu, Faida menegaskan tidak akan jual beli kios. Pedagang juga mendapatkan lapak dan kiosnya secara gratis. Jika ada pedagang yang ditarik biaya untuk mendapatkan kios atau lapak itu, dia meminta supaya melapor.

"Kios dan lapak dibangun memakai dana APBD untuk rakyat Jember, untuk kesejahteraan pedagang Jember," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved