Sambang Kampung Tambak Segaran

Inovasi Warga Tambak Segaran Surabaya, Bikin Hujan Buatan untuk Hijaukan Kampung

Warga Tambak Segaran IV, RT 03/RW III Tambak Rejo, Simokerto, Surabaya, berinovasi membikin hujan buatan untuk menghijaukan lingkungannya.

Inovasi Warga Tambak Segaran Surabaya, Bikin Hujan Buatan untuk Hijaukan Kampung
SURYAOnline/delya octovie
HUJAN BUATAN - Anak-anak warga Tambak Segaran IV menikmati hujan buatan, Rabu (3/7/2019). Air hujan ini diambil dari air selokan yang sudah diproses IPAL, lalu dikucurkan lewat selang sepanjang 100 meter untuk menyiram tanaman. 

SURYA.co.id, SURABAYA - Tinggal di kota yang cuacanya dominan panas, tak membuat warga Tambak Segaran IV, RT 03/RW III Tambak Rejo, Simokerto, Surabaya, kehabisan akal untuk menghijaukan lingkungannya.

Berbekal uang hasil menang lomba penghijauan kampung, sang ketua RT, Tjuk Sumardi, mampu membuat kampungnya 'hujan' kapan saja.

Hujan tersebut ia kucurkan dari selang sepanjang 100 meter yang sudah dilubangi, membentang di atas rumah-rumah kampungnya.

"Saya terinspirasi dari agrowisata Bhakti Alam. Di sana ada kebun hidroponik yang sejuk karena ada kabut buatan. Saya bayangkan, kalau ini saya pasang di gang kampung saya, alangkah indahnya," tutur pria yang akrab disapa Tjuk ini, Rabu (3/7/2019).

Air yang digunakan warga untuk menciptakan hujan buatan tersebut, diambil dari air selokan yang sudah diproses di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Supaya air IPAL bisa naik ke selang atas, warga menggunakan pompa.

Selain untuk air hujan, air tersebut juga digunakan untuk cuci tangan melalui keran-keran yang tersebar di sepanjang gang.

Tjuk mengatakan, ia melalui banyak trial and error sebelum akhirnya menemukan formula tepat imitasi hujan.

"Saya terus coba-coba. Awalnya saya buat hanya 10 meter pakai selang kecil-kecil, tidak berhasil. Coba-coba terus, akhirnya jadi yang sekarang ini," ujarnya.

Biasanya, hujan ia turunkan saat siang hari, ketika matahari tengah terik-teriknya.

Indah Winarni, Koordinator Kecamatan Simokerto, mengaku kagum dengan inovasi warga Tambak Segaran IV.

"Saya sudah keliling Surabaya, saya lihat memang tidak ada inovasi seperti ini lagi. Saya anggap inovasi ini sangat bagus. Surabaya memang boleh dibilang punya banyak taman dan teduh, tapi tetap saja cuacanya panas, sehingga ini merupakan suatu solusi. Apalagi, inovasi ini menggunakan air limbah yang sudah dikelola," jelas Indah.

Ia berharap, ke depan tak hanya warga Tambak Segaran, tetapi lima kelurahan yang masuk dalam Simokerto bisa memiliki ikonnya sendiri-sendiri.

Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved