Sambang Kampung Tambak Segaran

Hasil Panen Tanaman Hidroponik Warga Tambak Segaran Dijual hingga ke Luar Kota

Sejak awal 2018, warga Tambak Segaran IV RT 03/ RW III Tambak Rejo, Simokerto, Surabaya, telah mengenal teknik berkebun hidroponik.

Hasil Panen Tanaman Hidroponik Warga Tambak Segaran Dijual hingga ke Luar Kota
SURYAOnline/delya octovie
Tjuk Sumardi (kiri) menunjukkan kebun hidroponik di atas rumahnya, Rabu (3/7/2019).  

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejak awal 2018, warga Tambak Segaran IV RT 03/ RW III Tambak Rejo, Simokerto, Surabaya, telah mengenal teknik berkebun hidroponik.

Mereka yang aktif, terdiri dari sepuluh orang dan menyebut timnya Kelompok Tani Segaran Hijau.

Kini, hasil panen hidroponik tersebut tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri, tetapi juga dijual ke sesama warga Surabaya.

"Kami bertani hidroponik sejak tahun 2018. Sebenarnya kebun hidroponik kami bisa lebih banyak lagi, sayangnya lahan kami terbatas, padahal banyak yang minat," kata Tjuk Sumardi, Ketua RT 03 RW III Tambak Rejo, Rabu (3/7/2019).

Banyak  jenis tanaman yang mereka tanam, di antaranya pakcoy, selada green romaine, pagoda, sawi, kangkung, hingga samhong, terfavorit versi pelanggan, kata Tjuk, adalah selada.

"Itu yang banyak digemari. Saya konsumsi sendiri juga, biasanya sama tempe dan sambal. Rasanya beda dari selada yang dijual konvensional, ini lebih gurih dan manis," jelasnya.

Hasil panen, ia jual ke dua grup pemerhati hidroponik Surabaya, serta warga yang sudah menjadi langganan.

Ada pula tamu-tamu luar kota yang kini rutin membeli hasil hidroponiknya, seperti Malang dan Jember.

"Hasilnya kami jual untuk perputaran modal, karena kami butuh biaya untuk membeli nutrisi, misalnya," imbuhnya.

Adi Candra, Tim Motivator Lingkungan Sub Bagian Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH), mengatakan Tambak Segaran merupakan kampung kaya inovasi.

"Patut diapresiasi dan dikembangkan menjadi kawasan ekowisata tengah kota. Dengan perkembangan Surabaya yang demikian pesat, Tambak Segaran mampu mempertahankan kualitas lingkungan agar tetap bersih, hijau, indah dan sehat," katanya.

Ia berharap, warga bisa bersemangat membuat aneka produk olahan kreatif supaya bisa dipasarkan dengan konsep eco-tourism, sehingga tercipta circular economy yang berkelanjutan dan menyejahterakan warga.

Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved