Berita Lamongan

Guru SD yang Dilaporkan Puluhan Muridnya karena Berbuat Tak Senonoh Membuat Pengakuan Mengejutkan

Salah satu korban bertandang ke Kantor Balai Wartawan Lamongan juga menceritakan apa yang sebenarnya dilakukan guru kelasnya itu pada korban

Guru SD yang Dilaporkan Puluhan Muridnya karena Berbuat Tak Senonoh Membuat Pengakuan Mengejutkan
SURYA.co.id/Hanif Manshuri
Tersangka Slamet Priyanto saat dikeler di depan awak media di Polres Lamongan, Kamis (4/7/2019) 

SURYA.co.id l LAMONGAN - Sebanyak 30 siswa SD Negeri Sidomlangean, Kecamatan Kedungpring, Lamongan, yang menjadi korban oknum guru bernama Slamet Priyanto (46) membuat pernyataan tertulis yang menyatakan menjadi korban sang guru kelasnya.

Surat pernyataan itu juga menjadi salah satu bukti di antara sekian banyak barang bukti yang memastikan Slamet telah berbuat tidak senonoh.

Bahkan salah satu korban berinisial M,  pada Rabu (3/7/2019) kemarin dengan diantar orang tuanya bertandang ke Kantor Balai Wartawan Lamongan juga menceritakan apa yang sebenarnya dilakukan guru kelasnya itu pada korban.

Ternyata, korban M mengaku sampai disodomi oleh pelaku. Perlakuan Slamet terhadapnya itu dilakukan selama kurun waktu 3 bulan pada 2018.

Selain itu, dampak psikologis diakui M kini sedang dirasakannya.

"Slamet memang tidak sama cara memperlakukan pada setiap korbannya. Yang jelas 30 siswa kelas V menjadi korban," kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Aiptu Sunaryo di Polres Lamongan, Kamis (4/7/2019).

Sejauh ini memang belum ada perkembangan, apakah tersangka pernah melakukan hal serupa pada siswa kelas lain di SD tempatnya mengajar atau tidak.

Awal diperiksa, tersangka semula menyangkal semua apa yang diungkapkan para anak didiknya.

Namun, pada pemeriksaan lanjutan, tersangka mulai mengakui kelakuannya yang tidak bisa ditauladani itu dengan menyatakan hanya sekedar mengelus-elus alat vital korban.

Pengakuan Slamet itu bertolak belakang dengan semua keterangan korban, termasuk pengakuan dalam surat pernyataan 30 siswa yang jadi korban.

Tersangka yang sudah karunia dua putra dengan istri sahnya ini kini tengah menikmati dalam sel tahanan polres sejak Kamis (27/6/2019).

Tersangka Slamet saat dikeler di depan awak media mengatakan, apa yang dilakukannya itu karena kekhilafan.

Guru SD Berstatus PNS Cabuli Puluhan Siswa Laki-laki dan Perempuan di Ruang Kelas Saat Jam Pelajaran

"Tidak sadar," kata Slamet.

Slamet juga menolak dituding 'menodai' 30 siswanya.

"Hanya dua pak, itu yang melaporkan saya. Bukan sebanyak itu," akunya.

Meski begitu, Slamet tegas siap mempertanggungjawabkan perbuatannya. Siap dihukum seberat - beratnya ketika ditanya Kasat Reskrim, AKP Wahyu Norman Hidayat.

Spontan Slamet menyatakan siap menanggungnya. Namun Slamet memastikan apa yang dilakukan itu karena ia tidak ingat.

"Maaf pak, tidak ingat," kata Slamet yang baru 5 tahun sebagai PNS ini.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved