Berita Surabaya

Bau Busuk Sampah di Sekitar Menur Surabaya Dikeluhkan Pengendara Motor

Pengendara motor yang melintas di Bundaran Jl Menur Surabaya mengeluhkan aroma busuk dari tempat pembuangan sampah sementara.

Bau Busuk Sampah di Sekitar Menur Surabaya Dikeluhkan Pengendara Motor
surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
┬áPengendara melintasi tumpukan bak sampah warna-warni yang terisi di Jl Raya Menur - Jl Raya Manyar (bundaran menur sisi selatan) Surabaya, Kamis (4/7/2019). Meski dari jauh terlihat rapi, tumpukan sampah yang belum diangkut ini tetap dikeluhkan warga karena aromanya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di bundaran Jalan Menur pada sisi selatan, tampak Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang terletak persis di pinggir jalan.

Beberapa pengendara roda dua merasa terganggu oleh bau yang dihasilkan tumpukan sampah yang didominasi oleh limbah rumah tangga di TPS tersebut.

Salah satunya adalah Rizardi, warga Kedung Tarukan Surabaya. Rizardi menuturkan, beberapa kali ia menghirup aroma tak sedap ketika melewati bundaran jalan tersebut.

Hal ini, membuatnya tidak nyaman.

"Saya rasa, TPS ini bisa mengganggu orang yang melintas di jalan. Dari segi pemandangan juga kurang baik. Bahkan, kadang tampak tumpukan sampah yang sangat banyak," ungkap Rizardi kepada Surya, Kamis (4/7).

Menurut Rizardi, pengelolaan sampah sudah bagus. Hanya tinggal penempatan TPS yang mungkin perlu ditinjau ulang.

"Karena di sekitar area TPS sudah dibuat taman-taman bunga kecil," ungkapnya.

Hal serupa juga diungkapkan Virgita yang berdomisili di Karang Menur. Ia menuturkan bahwa dirinya memang sering merasa terganggu dengan TPS di pinggir jalan.

"Bukan hanya di Jalan Menur, tapi juga di TPS yang lain. Saya kadang merasa mual kalau mencium aroma sampah yang menumpuk," ungkapnya.

Seperti Rizardi, Virgita juga mengungkapkan merasa terganggu oleh aroma tak sedap yang terkadang tercium.

"Jadi kalau saya melintas, bawaannya ingin buru-buru supaya tidak terlalu lama menghirup aromanya," ungkap Virgita.

Virgita juga berharap agar TPS tersebut dipindah, bukan di pinggir jalan.

"Apalagi jalannya kan suka ramai dan kadang laju kendaraannya merayap," pungkasnya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved