Kabinet Jokowi

7 Menteri Ini Diprediksi Dipertahankan Jokowi di Kabinet Kerja Jilid II, Ini Analisis Pakar Politik

Presiden Joko Widodo ( Jokowi) diprediksi akan mempertahankan para menterinya yang memberikan kontribusi saat menjabat di Kabinet Kerja Jilid I.

7 Menteri Ini Diprediksi Dipertahankan Jokowi di Kabinet Kerja Jilid II, Ini Analisis Pakar Politik
kolase Kompas.com
7 Menteri Jokowi yang Diprediksi akan dipertahankan di periode kedua. 

5. Budi Karya Sumadi

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi (tengah) usai memberikan orasi ilmiah di wisuda universitas Brawijaya, Malang, Sabtu (20/10/2018).
Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi (tengah) usai memberikan orasi ilmiah di wisuda universitas Brawijaya, Malang, Sabtu (20/10/2018). (SURYA.co.id/Alfi Syahri Ramadan)

Menurut dia, sosok Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan tetap dipertahankan Jokowi untuk periode kedua pemerintahannya.

Seperti Menteri PUPR, Budai Karya kata dia, telah memberikan warisan tersendiri bagi bangsa ini khususnya terkait percepatan pembanguan transportasi di Indonesia.

Termasuk pembangunan dan revitalisasi bandara-bandara di daerah dan transportasi daring (online).

"Budi Karya Sumadi termasuk. Di zaman ini transportasi online ada dimana-mana," jelasnya.

6. Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani Indrawati ditemani Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memborong oleh-oleh khas Banyuwangi
Sri Mulyani Indrawati ditemani Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memborong oleh-oleh khas Banyuwangi (SURYA.co.id/Haorrahman)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menurut dia, akan dipertahankan Jokowi untuk mengisi kabinet kerja Jilid II.

7. Retno Lestari Priansari Marsudi

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyapa anggota Komisi I sebelum rapat kerja di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/6/2016). Raker tersebut membahas isu-isu aktual dan APBN Tahun Anggaran 2017.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyapa anggota Komisi I sebelum rapat kerja di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/6/2016). Raker tersebut membahas isu-isu aktual dan APBN Tahun Anggaran 2017. (antara/puspa perwitasari)

Dia melihat juga sosok Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi akan tetap berada di Kabinet Jokowi-KH Maruf Amin.

"Bu Retno keberhasilannya buat Indonesia menjadi anggota Dewan Keamanan PBB lagi," jelasnya.

Pada tahun lalu, Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, setelah mendapatkan 144 suara di pertemuan Majelis Umum PBB.

Indonesia terpilih menjadi anggota DK PBB untuk masa jabatan 2019-2020.

Negara akan bergantian setiap bulannya pada tahun ini untuk menjabat sebagai Presiden Dewan Keamanan.

Giliran tersebut diurutkan berdasarkan abjad bahasa Inggris masing-masing negara.

Indonesia mendapatkan kesempatan menjabat Presiden DK PBB mulai 1 Mei 2019.

Respons Menteri Susi

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti hanya melempar senyum saat ditanya perihal kesiapannya untuk menjabat sebagai menteri kembali di kabinet Jokowi-Maruf Amin periode 2019-2014.

Susi Pudjiastuti yang mengenakan pakaian hitam dibalut selendang merah bermotif hanya melempar senyum sembari bergegas menuju lift di kantor Kementrian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2019).

"Bu, siap enggak bu kalau ditunjuk jadi Menteri (red- Kelautan dan Perikanan) lagi?" tanya awak media.

"Yang nyuruh siapa. Haha," jawab Susi lalu melempar canda dan senyum.

Menteri nyentrik di Kabinet Kerja Jokowi-JK ini pun mengaku tak akan membuat gebrakan besar terkait sisa masa jabatannya sebagai Menteri KKP.

Namun, ia menegaskan akan siap kerja keras hingga masa jabatannya berakhir pada Oktober 2019 mendatang.

Hal yang akan dilakukannya yakni meningkatan eksport hasil laut Indonesia.

"Ekspor, kita akan tingkatkan ekspor," jelas Susi.

Diminta rampingkan kabinet

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera menyarankan agar Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) merampingkan kabinet untuk periode kedua pemerintahannya.

“Indonesia harus menuju negara Good Governance. Saya berharap periode ke-2 Bapak Jokowi melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh dengan merampingkan kabinet baru berjumlah maksimal tidak lebih daripada 20 menteri/lembaga setingkat menteri,” ujar Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini kepada Tribunnews.com, Kamis (4/7/2019).

Wakil Ketua BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 lalu itu beralasan dengan rampingnya kabinet akan memperkuat koordinasi dan sinergi satu dengan lainnya.

“Masalah sinergitas antar lembaga sering kali dikeluhkan Presiden. Akan lebih baik beberapa kementerian/lembaga disatukan agar efektif dan efisien kinerjanya,” jelas Mardani Ali Sera.

Dia pun mencontohkan Kabinet di negara lain seperti Kementerian Luar Negeri banyak disatukan dengan Kementerian Perdagangan (Internasional).

“Fungsinya memudahkan penetrasi produk dalam negeri ke pasar global, contohnya negara Jepang dan Selandia Baru,” ucap Mardani Ali Sera.

Dia pun mencatat jumlah kementerian di negara-negara di dunia, seperti Amerika Serikat (AS), Jerman, Jepang, China.

“Kabinet Obama (AS) 15 Menteri, 6 pejabat setingkat menteri. Kabinet Angel Markel (Jerman) itu 15 Menteri. Kabinet Jinping (RRT), 21 Menteri, 3 Komite. Sementara Kabinet Abe (Jepang) itu 16 menteri, 4 setingkat menteri,” kata Mardani Ali Sera.

Menurut Mardani Ali Sera, tidak elok juga struktur kabinet sebagai hasil bagi-bagi "kue kekuasaan".

“Kementerian bukan tempat untuk bagi-bagi jatah kursi atau "kue".

Tapi untuk memperkuat pemerintah dalam rangka melayani rakyat dan menjalankan fungsi negara.

Pemerintah yang kuat ditopang oleh kementerian yang kuat, struktur ramping, simpel, namun kaya fungsi dan manfaat.

Bukan jumlah kementerian yang banyak namun boros, miskin fungsi, dan miskin manfaat untuk rakyat,” jelasnya.

Di bagian akhir Mardani Ali Sera juga mengapresiasi Presiden Jokowi yang ingin pemerintahannya efektif, efisien dan tidak bertele-tele.

"Dan Rumusnya, ya ciutkan jumlah kementerian,” tegasnya.

Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved