Berita Trenggalek

Warga Terdampak Pembangunan Bendungan Bagong Minta Relokasi, Ini Jawaban Bupati Trenggalek Mas Ipin

warga terdampak pembangunan Bendungan Bagong di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, meminta dibangunkan rumah relokasi sebagai ganti rugi

Warga Terdampak Pembangunan Bendungan Bagong Minta Relokasi, Ini Jawaban Bupati Trenggalek Mas Ipin
surya/aflahul abidin
audiensi sebagian warga terdampak pembangunan Bendungan Bagong di Trenggalek bersama Bupati, Rabu (3/6/2019). 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Sebagian warga terdampak pembangunan Bendungan Bagong di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, meminta dibangunkan rumah relokasi sebagai ganti rugi. Warga menyampaikan hal itu dalam audiensi dengan Bupati Trenggalek, Rabu (3/6/2019).

Juru bicara warga, Mukani, mengatakan beberapa warga yang terdampak pembangunan Bendungan Bagong ingin tempat tinggal relokasi yang setara sebagai ganti rugi.

"Bayangan kami, kalau kami pindah, lalu rumahnya sendiri-sendiri itu akan sangat susah. Saya minta kesediaan pemda untuk permintaan tersebut," kata Mukani, Rabu (3/6/2019).

Mukani bersama puluhan warga hadir bertemu dengan bupati untuk audiensi.

Kesepakatan didapat setelah sekitar dua jam kedua pihak berdiskusi.

Bupati M Nur Arifin menjelaskan skema ganti rugi yang telah disepakati untuk mereka yang terdampak pembangunan Bendungan Bagong adalah cash and carry.

Masyarakat menerima ganti rugi dalam bentuk uang tunai.

Meski begitu, pria yang akrab disapa Mas Ipin itu menyatakan, pemkab bisa membantu apabila ada sebagian warga yang ingin direlokasi bersama-sama.

"Kami akan bantu untuk proses tukar-menukar kawasan hutan karena di Trenggalek kawasan yang bisa ditempati untuk relokasi atau pemukiman baru bagi warga ada di sekitar hutan," kata Mas Ipin.

Hasil pertemuan itu dituangkan dalam berita acara.

Halaman
12
Penulis: Aflahul Abidin
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved