Berita Tuban

Reaksi DPRD Tuban terkait Tawaran Kontraktor Lelang JLS yang Turun hingga 30 Persen

Komisi D selaku yang membidangi pengawasan juga akan diterjunkan untuk memonitor proyek JLS Tuban.

Reaksi DPRD Tuban terkait Tawaran Kontraktor Lelang JLS yang Turun hingga 30 Persen
SURYAOnline/m sudarsono
Pengendara motor melintas di titik yang akan digunakan untuk JLS di Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding.  

SURYA.co.id | TUBAN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban mengaku tidak habis pikir ada rekanan atau kontraktor yang berani menawar lelang hingga turun 30 persen dari nilai pagu.

Proyek yang ditawar turun dengan angka selisih tidak sedikit itu adalah jalan lingkar selatan (JLS) atau ring road.

Jalan yang digadang-gadang bisa mengurai kemacetan di poros utama masuk kota tersebut, kini mendapat sorotan khusus dari wakil rakyat.

Ketua DPRD Kabupaten Tuban, Miyadi mengatakan, tidak habis pikir jika ada kontraktor yang berani menawar lelang hingga turun 30 persen dari nilai pembangunan fisik senilai Rp 68 miliar.

Menurutnya, selama bertahun-tahun mengawasi proyek yang menggunakan uang APBD tersebut, baru pertama ini lelang seperti itu terjadi.

"Saya tidak habis pikir mengapa pelaksana kontraktor berani menawar turun sampai 30 persen,"ujarnya, Rabu (3/7/2019).

Dia menjelaskan, dengan adanya fenomena lelang murah tersebut pihaknya berharap tidak ada kendala teknis bagi kontraktor saat mengerjakannya. 

Bahkan pengawasan ketat juga akan dilakukan lembaga legislatif itu, apabila pengerjaan tidak layak maka tidak perlu untuk dipaksa dilakukan.

Komisi D selaku yang membidangi pengawasan juga akan diterjunkan untuk memonitor proyek tersebut.

"Komisi D nanti akan kita tugaskan, jika perlu saya sendiri juga akan ikut mengawasi," Pungkasnya.

Sekadar diketahui, proyek tersebut dibagi menjadi tiga plot pengerjaan. Untuk plot 1 dari nilai pagu Rp 24 Miliar ditawar menjadi Rp 16 Miliar. Plot kedua Rp 22 Miliar ditawar menjadi Rp 15,5 Miliar, dan Plot ketiga Rp 22 Miliar ditawar menjadi Rp 15,5 Miliar.

JLS ini dimulai dari pertigaan Desa Tunah, lanjut Desa Kowang hingga Desa Penambangan, Kecamatan Semanding.
Berikutnya masuk Desa Sugiharjo, Kembangbilo dan Mondokan, Kecamatan Tuban. Untuk hilirnya ada di titik simpang SMPN 4 Tuban, di jalan Soekarno-Hatta. 

 
 

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved