Berita Lumajang

Polres Lumajang Bongkar Jaringan Penjual Motor Bodong Via FB, Polisi Jebak Pelaku saat Penangkapan

Tim Cobra Polres Lumajang membongkar jaringan penjualan sepeda motor bodong melalui Facebook.

Polres Lumajang Bongkar Jaringan Penjual Motor Bodong Via FB, Polisi Jebak Pelaku saat Penangkapan
surya/sri wahyunik
Tim Cobra Polres Lumajang membongkar jaringan penjualan motor bodong melalui facebook. Sepeda motor yang dijual bodong karena hanya disertai STNK semata tanpa ada BPKB. 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Tim Cobra Polres Lumajang membongkar jaringan penjualan sepeda motor bodong melalui Facebook. Sepeda motor yang dijual bodong karena hanya disertai STNK semata tanpa ada BPKB.

Dalam operasi tersebut, Tim Cobra mengamankan tiga orang tersangka dengan barang bukti sebanyak tiga motor bodong di tempat yang berbeda beda. Penjualan sepeda motor bodong itu terungkap setelah petugas nyaru sebagai pembeli.

Pembeli itu menghubungi akun Facebook bernama @ArisColer karena ia memposting menjual sepeda motor bodong dengan harga cukup rendah. Akhirnya kesepakatan tercapai dengan bertemu langsung di depan SPBU Labruk Lumajang sekitar pukul 17.00 WIB, beberapa hari lalu.

Setelah pelaku datang, petugas yang menyamar pun langsung menangkap tersangka berikut barang bukti terkait yakni satu unit motor Mio Soul Hitam tahun 2013.

Setelah pemeriksaan diketahui, penjual bernama Abdul Haris (29) warga Desa Tempeh Tengah Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang.

Setelah menangkap Haris, polisi menangkap penjual lain yakni Rohim (37) warga Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang.

Dia berhasil diamankan saat akan bertransaksi dengan petugas yang menyamar di simpang empat JLT, Desa Boreng Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang.

Tim Cobra pun juga berhasil menangkap M Ashari (28) warga Desa Boreng Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang dengan barang bukti Yamaha Vixion warna Merah.

Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, mengatakan akan terus melakukan berbagai cara untuk merusak pangsa pasar kendaraan bodong itu.

Di FB kode penjualan kendaraan bodong itu adalah ST alias STNK only.

“Kali ini Tim Cobra juga melakukan patroli cyber dengan mencari pelaku yang menjual motor bodong melalui jejaring social Facebook. Harapan saya dengan terus mempersempit penjualan motor hasil kejahatan ini, maka warga tak lagi berminat dengan harga miring motor bodong. Bila tidak ada lagi peminat motor bodong, curanmor dan begal juga sendirinya akan hilang," ujar Arsal, Rabu (3/7/2019).

Dengan begitu, lanjutnya, mata rantai kejahatan di Lumajang bisa terputus. Karena adanya permintaan motor bodong, membuka pelaku tindak kajahatan memenuhi permintaan itu.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran mengatakan seluruh pelaku saat ini berada di rumah tahanan Mapolres Lumajang.

“Dari ketiga tersangka ini, seluruhnya terbukti sebagai penadah kendaraan hasil tindak kriminal. Mereka diketahui melanggar Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal selama empat tahun penjara," kata Hasran.

Para pembeli motor bodong itu, kata Hasran sebenarnya mengetahui jika barang yang dijual hasil tindak kejahatan, karenanya sepeda motor dipasarkan secara murah.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved