Perwakilan 12 Negara Ikuti Pelatihan UKM Hasil Kolaborasi Kemensesneg & Kemenperin di Surabaya

Kemenperin dan Kemensesneg menggelar pembahasan IKM yang diikuti oleh perwakilan 12 negara anggota Colombo Plan.

Perwakilan 12 Negara Ikuti Pelatihan UKM Hasil Kolaborasi Kemensesneg & Kemenperin di Surabaya
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih (memukul gong) bersama Gogor Oko, Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara Bidang Polhukam dan Drajat Irawan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur saat membuka kegiatan yang diikuti perwakilan dari 12 negara yang tergabung dalam Colombo Plan di Surabaya, Rabu (3/7/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar pembahasan industri kecil menengah (IKM).

Acara yang digelar hingga 13 Juli mendatang itu diikuti 19 orang dari 12 negara yang tergabung dalam Colombo Plan.

"Colombo plan adalah organisasi regional untuk memperkuat ekonomi dan sosial negara-negara anggotanya di wilayah Asia-Pasifik. Diantaranya dari Bangladesh, Bhutan, Laos, Myanmar, Nepal, Pakistan, Iran, Malaysia, Brunei, Maladewa, India dan Indonesia," jelas Gogor Oko, Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara Bidang Polhukam, Rabu (3/7/2019).

Kegiatan ini sebagai usaha untuk mendukung peningkatan IKM yang secara berkesinambungan. Mulai dari mengenalkan produk, peningkatan kapasitas hingga membuka pasar ekspor dengan para UKM yang menjadi perwakilan dari 12 negara tersebut.

"Program ini mengatakan ini bagian dari kerjasama Selatan-Selatan yang beranggotakan negara-negara berkembang. Kami sebagai koordinator untuk memfasilitasi kementerian lain agar bisa menjalankan program ini. Ini komitmen kami sebagai koordinator dari kerjasama Selatan-Selatan,” ungkap Gogor.

Program ini sejalan dengan keinginan Presiden Jokowi yang untuk memperbesar peran sektor IKM dengan mengedepankan forum-forum pembelajaran dengan negara sahabat. Dari kegiatan itu bisa bertukar informasi dan nantinya bisa bertukar pasar.

"Ini sebuah peluang bisnis yang baik. Ada kerjasama untuk memperluas pasar ekspor ke depannya,” ujar Gogor.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih, mengatakan pihaknya selaku pembina IKM di seluruh Indonesia ingin bertukar pikiran, berdiskusi dengan negara yang sama-sama sedang berkembang tentang IKM.

“Kami tidak hanya undang mereka yang berada di bawah kami, tapi yang di atas kami pun kami ajak. Supaya mereka bisa melihat IKM di Indonesia seperti apa dan bisa memberikan masukan yang positif untuk bisa mengembangkannya,” jelas Gati.

Juga untuk membuka peluang IKM bisa menembus pasar ekspor. Karena selama ini, dari 4,4 juta pelaku usaha kecil menengah baru 30.000 yang benar-benar bergerak di level menengah. Dari 30.000 itu, baru 30 persen atau 10.000 yang bisa melakukan ekspor.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved